Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 14:27 WIB
Pabrik Pupuk Organik Petroganik Mulai Beroperasi
Eny Prihtiyani | Edj | Kamis, 8 Oktober 2009 | 19:28 WIB
|
Share:

BANTUL, KOMPAS.com - Setelah tersendat sekitar setengah tahun karena menunggu pemasangan listrik, pabrik pupuk organik Petroganik milik Pemerintah Kabupaten Bantul mulai beroperasi, Kamis (8/10). Kehadiran pabrik tersebut diharapkan bisa mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

Pabrik tersebut berkapasitas 7,5 ton/hari dengan bahan baku kotoran sapi, kambing, dan kotoran ayam. Bahan baku tersebut diperoleh dari peternak di wilayah Bantul. Nantinya seluruh kotoran ternak harus dimanfaatkan untuk Bantul. Pemerintah akan mengeluarkan peraturan daerah yang melarang penjualan kotoran ke luar daerah, kata Bupati Bantul Idham Samawi, saat meresmikan pabrik tersebut.

Menurut Idham, tingkat kesuburan lahan pertanian di Bantul saat ini hanya berkisar 60-80 persen. Untuk memulihkannya ke angka 100 persen, diperlukan pupuk organik. Selama ini petani enggan menggunakannya karena tidak praktis, tetapi dengan hadirnya pupuk organik kemasan alasan tersebut tidak lagi berlaku.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Edy Suharyanto mengatakan, untuk pemasaran pihaknya bekerjasama dengan PT Petrokimia Gresik. Namun distribusinya tetap diprioritaskan untuk petani Bantul dan DIY.

Untuk membeli mesin-mesin, pemerintah mengeluarkan dana Rp 980 juta sementara untuk pembangunan prasarana fisik membutuhkan dana Rp 700 juta.