JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bank BNI Tbk tetap gencar menggenjot kredit kepemilikan rumah (KPR). BNI memasang target penyaluran KPR BNI Griya di akhir 2009 mencapai Rp 9 triliun.
Manajer Umum Konsumer BNI Diah Sulianto mengatakan, target KPR tahun ini lebih tinggi Rp 2 triliun dibanding posisi per akhir tahun lalu yang hanya Rp 7 triliun. Alasannya, kondisi perekonomian sudah membaik dan normal kembali.
"Membaiknya perekonomian membuat suku bunga juga turun. Bunga kredit yang makin rendah ini turut menarik para pengembang properti melakukan ekspansi," ujarnya, Selasa (13/10).
Sepanjang tahun ini, BNI telah menyalurkan KPR senilai Rp 1,7 triliun. Bila outstanding KPR pada akhir tahun lalu senilai Rp 7 triliun, maka posisi KPR BNI per akhir September Rp 8,7 triliun. "Namun, karena adanya pembayaran angsuran, posisi KPR per September hanya Rp 7,8 triliun," ungkap Diah.
Untuk menggenjot penyaluran KPR, BNI bekerja sama dengan berbagai pengembang. Dalam kerja sama tersebut, BNI menawarkan bunga 11 persen melalui semua pengembang. Bagi delapan pengembang besar, BNI menawarkan bunga khusus. "Bunga biasa 11 persen, dan bunga sebesar 8 persen untuk program khusus, seperti untuk perumahan di Bumi Serpong Damai (BSD), Bintaro Jaya, Lippo, Citra, dan sebagainya," imbuhnya.
BNI juga akan mengucurkan KPR untuk proyek properti yang dikembangkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan jasa tenaga kerja. Mereka adalah Perusahaan Umum (Perum) Perumahan Nasional dan PT Panca Setia Bhakti.
Dalam kerja sama yang diteken pada Selasa (13/10), BNI menyalurkan KPR untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Hongkong. Dalam skema ini, penyedia TKI, Panca Setia Bhakti, akan menjadi penyeleksi terhadap pekerja yang berhak mendapat KPR dari BNI.
Direktur Perum Perumnas Himawan Arief mengatakan, kerja sama ini membidik sekitar 150.000 TKI di Hongkong yang memiliki penghasilan antara Rp 4,5 juta dan Rp 6 juta per bulan. Dalam kerja sama ini, Perum Perumnas akan membangun 10.000 rumah di Jawa Timur, sesuai dengan daerah asal kebanyakan TKI.
Per Agustus, jumlah nasabah KPR BNI Griya mencapai 75.000 nasabah. Nasabah KPR sederhana yang harganya Rp 50 juta ke bawah ada 18.500 nasabah. Sementara itu, KPR bersubsidi berjumlah 3.400 unit. (KONTAN/Andri Indradie)

