GRESIK, KOMPAS.com — Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan A Djalil pada Rabu (14/10) meresmikan pabrik NPK Phonska III, Posfat I dan II, di PT Petrokimia Gresik. Dengan tiga pabrik baru itu, PT Petrokimia Gresik (PKG) bisa meningkatkan produksi dari 1,04 juta ton per tahun menjadi 2,2 juta ton per tahun.
Sofyan juga menjelaskan bahwa petani di Pulau Jawa menjadi salah satu konsumen pupuk paling besar dari pupuk produksi PT PKG karena sektor pertanian sebagian besar berada di pulau Jawa. Jika ada penambahan kapasitas pabrik pupuk, khususnya milik PT PKG, maka kompleks perumahan karyawan yang berada di sekitar pabrik bisa dipindahkan untuk kepentingan perluasan pabrik.
"Langkah itu dilakukan jika kebutuhan produksi pupuk sangat mendesak, mengingat makin tingginya angka permintaan pupuk di tingkat petani dan untuk kepentingan ekspor. Jadi, yang ada di pabrik ini hanya operator. Tapi, kita lihat saja perkembangannya bagaimana. Itu dilakukan jika ada perkembangan positif. Kemungkinan sesudah 2015," kata Sofyan.
Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto menjamin bahwa pada musim tanam akhir tahun 2009 ini kemungkinan besar tak terjadi kelangkaan pupuk di tingkat petani. "Kami jamin, insya Allah tidak ada kelangkaan pupuk karena stoknya sudah cukup, bahkan lebih," katanya.
Direktur PT Petrokimia Gresik Arifin Tasrif menyebutkan, total produksi pupuk di PT Petrokimia Gresik sebanyak 4,33 juta ton per tahun, terdiri dari NPK, superphos, urea, amonium sulfat (ZA), potasium sulfat (ZK), dan pupuk organik. Pabrik tersebut direncanakan dalam proyek 2007-2011, tetapi selesai lebih cepat 17 bulan dari target. Keberadaan tiga pabrik itu juga menumbuhkan efisiensi PT PKG untuk bisa menghemat biaya hingga 119,8 juta dollar AS.


