JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu mengatakan, realisasi penerimaan pajak yang masih jauh dari target tidak akan memengaruhi struktur APBN.
Ia mengatakan, hingga akhir September 2009, realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp 377,87 triliun atau baru memenuhi 91,53 persen dari target penerimaan tahun ini yang mencapai Rp 528,35 triliun.
"Over all per 7 Oktober 2009, kami buat prognosis sampai akhir tahun, APBN kita masih aman. Ya, semua tidak ada masalah," ujar Anggito, Kamis (15/10) malam di Jakarta.
Menurut dia, kondisi ekonomi saat ini belum pulih sehingga memengaruhi penerimaan pajak. Sejumlah pajak mengalami penurunan dan masih di bawah target penerimaan. Di antaranya penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) migas periode Januari sampai dengan September turun menjadi Rp 377,869 triliun atau sebesar 91,53 persen dari APBN, jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 412,823 triliun.
Penerimaan tanpa PPh migas periode Januari sampai September 2009 turun menjadi sebesar Rp 339,370 triliun, atau sekitar 95,02 persen dari APBN, jika dibanding dengan realisasi penerimaan periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 357,151 triliun.
"Karena memang keadaan krisis. Itu semua kami hitung," cetusnya.
Kendati demikian, tambah Anggito, pemerintah dapat menutupinya karena ada efisiensi belanja negara yang dilakukan pemerintah. Tahun ini, anggaran subsidi turun sehingga sejauh ini APBN masih aman.
"Ada pengamatan penghematan belanja. Subsidi juga turun karena harga tidak setinggi yang kami perkirakan sebelumnya," tandasnya.

