Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 15:53 WIB
Mari Bangun Pabrik Minyak Goreng di Bangka!
Josephus Primus | primus | Jumat, 16 Oktober 2009 | 19:25 WIB
|
Share:

SUNGAILIAT, KOMPAS.com - Kepala bidang (Kabid) Promosi dan Informasi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kabupaten Bangka, Didik Suprapto mengatakan, pabrik minyak goreng selayaknya dibangun di Bangka, karena bahan baku sawit cukup melimpah. "Namun sampai sekarang belum ada satu pun pihak investor yang berani mencoba menawarkan diri untuk membangun pabrik minyak goreng di wilayah Kabupaten Bangka," katanya di Sungailiat, Jumat (16/10).
   
Selain bahan baku yang melimpah, jelas dia, keberadaan pabrik minyak goreng ini pula diharapkan akan menyerap tenaga kerja masyarakat sehingga membantu pemerintah daerah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Jika dihitung matematis, dalam satu rumah tangga membutuhkan 1 kilogram minyak goreng per bulan dengan jumlah satu juta rumah tangga se Bangka Belitung, akan didapat total 1.000 ton minyak goreng yang harus diproduksi oleh perusahaan," jelasnya.
   
Dia mengatakan, jumlah produksi yang begitu besar sepertinya juga belum mampu menjadi daya tarik oleh para pelaku bisnis untuk mengembangkan pabrik minyak goreng di tempat kita. "Jumlah produksi minyak goreng tersebut bisa saja meningkat lagi kalau ditambah kebutuhan untuk rumah makan , usaha gorengan, dan lainnya," katanya.
   
Ia mengatakan, selain dengan masalah penyerapan tenaga kerja, masyarakat Babel sebagai konsumen juga akan diuntungkan mengingat harganya dimungkinkan menjadi relatif lebih murah karena tidak terbebani dengan biaya pengiriman oleh distributor. "Kita ketahui bahwa sebagai daerah kepulauan semua kebutuhan sembako menggantungkan dari daerah di luar Pulau Bangka yang sudah pasti memerlukan biaya penambahan pengiriman,"jelasnya.
   
Ia mengatakan, lain halnya jika ada pabrik minyak goreng di Bangka. Pihak distributor tidak perlu lagi mengirim ke pihak agen menggunakan jasa angkutan kapal penyeberangan. "Masalah sumberdaya manusia memang kita dituntut untuk berani bersaing dengan daerah lain diluar pulau Bangka yang terlebih dahulu berkembang," jelasnya.
   
Ia menyarankan kepada semua lapisan masyarakat untuk berlaku optimistis kalau suatu saat pasti ada investor yang berani mengembangkan pabrik minyak goreng di daerah kita.

 

Sumber :
Ant