PALEMBANG, KOMPAS.com - Warga Kota Palembang berharap pemkot secepatnya menyelesaikan pembangunan jaringan pipa gas alam yang masih berlangsung pada dua kelurahan. Sebab jaringan pipa gas itu akan mampu mengatasi ketergantungan terhadap elpiji yang kini harganya semakin mahal.
Pemkot diharapkan tidak hanya membangun jaringan gas alam di Kelurahan Siring Agung dan Lorok Pakjo saja, tetapi juga meluas ke lokasi lain sehingga semua warga kota dapat menikmati program bahan bakar murah tersebut, kata Zaleha (46) warga Palembang, Senin.
Menurut dia, terus melambungnya harga elpiji membuat warga kesulitan mencari bahan bakar alternatif yang lebih murah karena menggunakan minyak tanah pun kini semakin mahal.
Sehingga ketika pemkot setempat didukung pemerintah pusat membangun program percontohan gas alam pihaknya sangat berharap bisa menikmati pelayanan gas alam itu, tambahnya.
Ia mengatakan, sebagian besar warga Kota Palembang saat ini kesulitan memenuhi kebutuhan elpiji karena harga pasarannya sudah mencapai Rp78 ribu-Rp80 ribu untuk tabung berisi 12 kilogram.
"Untuk beralih ke elpiji tabung tiga kilogram pun mesti menyediakan dana yang besar karena harus membeli tabung baru," katanya.
Dia menjelaskan, sampai sejauh ini kawasan pemukiman yang menjadi tempat mereka tinggal di Kelurahan Lorok Pakjo memang telah terpasang jaringan pipa gas, tetapi belum bisa digunakan. "Kami berharap dalam waktu dekat jaringan gas alam bisa segera dinikmati warga sehingga mereka bisa menghentikan penggunaan gas elpiji," ujarnya.

