JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia usaha kini sangat menantikan terobosan-terobosan pemerintah untuk mengubah stagnasi yang terjadi selama ini. Pekerjaan rumah terpenting saat ini adalah terobosan pembangunan infrastruktur dan penciptaan iklim investasi yang kondusif.
Seusai diskusi kewirausahaan yang diselenggarakan Ernst & Young di Jakarta, Selasa (20/10), Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Usaha Kecil Menengah Sandiaga S Uno mengatakan, tim menteri ekonomi kabinet 2009-2014 harus secepatnya menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) tentang pembebasan lahan untuk mempercepat realisasi pembangunan proyek-proyek infrastruktur.
"Kita semua merasakan bagaimana infrastruktur yang ada, terutama jalan, sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan," ujar Sandiaga.
Demikian juga soal pembangunan kelistrikan yang sangat dibutuhkan dunia usaha. Pemerintah juga harus secepatnya merealisasikan revitalisasi pasar tradisional untuk mengakselerasi pertumbuhan jutaan usaha kecil menengah.
Peluang wirausaha
Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Ernst & Young Advisory Services Giuseppe Nicolosi mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin ekonomi regional karena dukungan pasar domestik yang luas dan kuat. Perekonomian Indonesia yang besar ditambah integrasi dengan negara-negara lain di Asia membuat wirausaha berpeluang besar untuk terus tumbuh.
Wirausaha Indonesia berpotensi memimpin pasar Asia yang kini berkembang pesat, terutama sejak China, India, dan Indonesia tidak terlalu terguncang akibat krisis finansial global.
Adapun Pendiri Group Ciputra yang aktif berkeliling menularkan jiwa kewirausahaan, Ciputra, mengatakan, Indonesia akan menjadi negara yang sangat maju jika dalam 20 tahun mampu menumbuhkan jutaan wirausaha. Untuk itu, Ciputra mendorong setiap orang agar berani mengambil risiko membuat usaha sendiri. "Saya justru khawatir kalau kita tidak punya wirausaha. Mari segeralah memulai bisnis sendiri dan menjadi wirausaha," ujar Ciputra.

