Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 16:11 WIB
Perumahan Tekan Wall Street
| Edj | Rabu, 21 Oktober 2009 | 07:41 WIB
|
Share:

NEW YORK, KOMPAS.com - Saham di Wall Street merosot pada Selasa (20/10) waktu setempat, setelah data lemah dari sektor perumahan membayangi putaran pendapatan perusahaan yang lebih kuat dari perkiraan, mendorong pedagang untuk mengunci beberapa keuntungan.

Dow Jones Industrial Average turun 50,71 poin (0,84 persen) menjadi 10.041,48 setelah mencapai tertinggi baru untuk tahun ini pada  Senin.

Indeks komposit Nasdaq merosot 12,85 poin (0,59 persen) menjadi 2.163,47 dan pasar luas indeks Standard & Poor’s 500 jatuh 6,85 poin (0,62 persen) menjadi 1.091,06.

Data yang dikeluarkan pemerintah sebelum perdagangan menunjukkan berlanjutnya pelemahan dalam  sektor perumahan sekalipun perusahaan-perusahaan melaporkan keuntungan lebih baik dari yang diperkirakan.

Departemen Perdagangan mengatakan bahwa konstruksi awal pada rumah milik pribadi naik 0,5 persen menjadi 590.000, lebih rendah dari ekspektasi 610,000 oleh  ekonom swasta.

Izin untuk membangun rumah baru, sebuah indikator utama dari sektor, jatuh 1,2  persen menjadi 573.000, juga lebih rendah daripada yang diharapkan izin 595.000.

Data perumahan baru  membangkitkan "beberapa kekhawatiran pemulihan ekonomi mungkin tidak  berkelanjutan tanpa dukungan pemerintah," kata para analis Charles Schwab & Co dalam sebuah catatan kepada kliennya.

"Dengan indeks saham mendekati tertinggi 2009, di Street mengambil petunjuk dari laporan ekonomi dan implikasi untuk pertumbuhan di masa depan dalam perekonomian, percaya bahwa beberapa kenaikan di saham telah mengantisipasi laporan pendapatan yang lebih baik," kata mereka.

Ian Shepherdson di High Frequency Economics mengatakan ketidakpastian tentang apakah Kongres akan memperpanjang pajak kredit untuk pembeli rumah pertama "adalah membuat pengembang dimengerti gugup tentang pandangan jangka pendek."

"Izin yang lebih lemah daripada dari konstruksi awal, memberikan kesan yang terakhir akan menyusut pada Oktober. Kami tetap optimis untuk tahun 2010 tetapi beberapa bulan berikutnya akan menjadi sulit," kata dia.

Patrick Newport, ekonom di IHS Global Insight, mengatakan bahwa meskipun  pasar untuk rumah keluarga tunggal membaik, real estat komersial termasuk  apartemen menderita. Dia mengatakan rumah multikeluarga mulai berada di titik terendah sejak  1959.

"Nilai-nilai properti menurun, tingkat hunian sewa pada posisi tertinggi selama ini dan meningkat,terlalu banyak unit ditempatkan selama bertahun-tahun yang baik, sekuritisasi  pasar meledak pada tahun 2008, bank tidak meminjamkan, dan pasar kerja masih dalam  resesi," katanya.

Sumber :
ANT