Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 16:19 WIB
Aviliani: Menko Perekonomian Tak Harus Pintar Ekonomi
Inggried Dwi Wedhaswary | hertanto | Kamis, 22 Oktober 2009 | 12:24 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Penempatan Hatta Rajasa sebagai Menko Perekonomian mengundang pro dan kontra dari berbagai kalangan. Mantan Menteri Sekretaris Negara itu dinilai tidak pas menempati pos strategis tersebut.

Pengamat ekonomi, Aviliani, memiliki pandangan berbeda. Menurut dia, sosok Hatta yang memiliki keahlian lobi justru dibutuhkan untuk menyinergikan antarkementerian ekonomi. Dikatakan Aviliani, Menko Perekonomian tak harus menguasai ekonomi. 

"Menko Perekonomian kemarin (sebelumnya) tidak bisa mengoordinasi antarkementerian. Pak Hatta punya kemampuan lobi yang bagus. Untuk jadi Menko itu tidak harus pintar ekonomi, karena dia hanya menjalankan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah). Kalau ahli ekonomi kan sudah ada Pak Boediono (Wapres)," kata Avi kepada Kompas.com.

Kemampuan Hatta melakukan lobi, menurut dia, akan menimbulkan keseganan dari para stake holder kementerian di bawah koordinasi bidang ekonomi. Terlebih lagi, ke depannya, pembangunan ekonomi diharapkan melibatkan peran aktif pemerintah daerah.

"Selama ini, pemda itu berpikiran urusan ekonomi itu enggak ada kaitannya dengan pemerintah pusat. Pak Hatta lobinya bagus, cukup disegani. Ini penting agar pemda bisa dilibatkan dalam perekonomian. Kalau pinter ekonomi tapi tidak bisa lobi, sama saja," ujar mantan moderator acara Debat Presiden ini.

Namun, Avi mengingatkan, Hatta harus mampu melakukan perubahan cara kerja kementeriannya. "Kelemahan yang lalu, koordinasi yang kurang baik antarkementerian bidang ekonomi," kata dia.