Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 16:19 WIB
Pengusaha Sambut Baik Kabinet Baru
Wahyu Satriani Ari Wulan | Edj | Kamis, 22 Oktober 2009 | 14:44 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusaha kawakan yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofyan Wanandi, menyambut baik tim ekonomi dalam susunan kabinet Indonesia Bersatu II. Dirinya optimistis jajaran menteri dalam kabinet baru ini akan bekerja dengan baik nantinya.

"Kasih kesempatan dulu kepada mereka. Kita kan belum melihat kerjanya bagaimana. Nanti kalau sudah satu tahun baru kelihatan," ujar Sofjan kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (22/10).

Menurutnya, tim ekonomi mendatang dituntut agar mampu berkoordinasi dan kerja sama untuk menggerakkan perekonomian Indonesia. Pasalnya, susunan kabinet mendatang terdiri atas dua elemen yang berbeda, yakni dari kalangan profesional dan partai politik. "Mereka bisa koordinasi atau enggak nantinya, itu harus diatasi. Bagaimana mereka bekerja untuk kepentingan ekonomi, itu yang ditunggu," tutur pria kelahiran Padang ini.

Untuk posisi Menteri Koordinator Perekonomian yang ditempati Hatta Rajasa, menurut Sofjan, Hatta akan mampu menjalankan tugasnya karena termasuk senior yang pernah beberapa kali menjabat menteri. Dia meyakini, Hatta akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik karena telah berpengalaman dan memiliki relasi yang banyak di kalangan menteri-menteri.

Di samping itu, kedekatannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan memuluskan koordinasi dengan Presiden. "Di antara Ical (mantan Menko Perekonomian Abdurizal Bakrie), Boediono, dan Sri Mulyani, saya rasa Hatta paling banyak relasi. Dia sudah kenal semua," katanya.

Kemudian, keberadaan Mari Elka Pangestu yang tetap menjabat Menteri Perdagangan dan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan dinilai mampu memberi harapan bagi perbaikan ekonomi. Kendati demikian, dia memberi catatan agar pemerintahan mendatang mampu menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah di bidang perekonomian dengan cepat, seperti masalah infrastruktur yang dinilai tidak kunjung usai. Dengan demikian, diharapkan, perekonomian akan terus bergerak.

"Kami sudah banyak diberi janji-janji, tetapi tidak jalan. Yang penting pemerintah punya kemampuan lebih cepat. Kalau dulu kan Pak JK yang mendorong, sekarang Boediono punya itu (mendorong) tidak," tandasnya.