JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pertekstilan Indonesia atau BPN-API menyambut baik terbentuknya tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu II yang dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono siang tadi. Para pengusaha tekstil yang tergabung dalam API berharap Menko Perekonomian Hatta Rajasa beserta jajarannya mampu menyediakan pasokan kebutuhan energi murah di dalam negeri untuk periode lima tahun kepemimpinannya.
“Pasokan energi murah dan ketersediaannya yang cukup jelas akan menggenjot ataupun memengaruhi daya saing dan produktivitas industri dalam negeri," kata Vice President API Ade Sudrajat di Jakarta, Kamis (22/10).
Menurut Ade, faktor energi murah dan ketersediaan yang cukup akan mempengaruhi daya saing dan produktivitas industri. Hal itu tentunya dengan catatan bahwa pengadaan energi primer listrik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), seperti pengadaan gas dan batu bara, PLN tidak diwajibkan harus bertender.
Dalam hal ini, PLN dibebaskan boleh membeli dari mana saja dan kapan saja sehingga harga jual yang disalurkan bisa jauh lebih murah. Sebaliknya, PLN jangan mendapatkan harga dengan sistem future trading karena akan mengakibatkan harga pasokan listrik dari PLN menjadi mahal.
Maka, terbentuknya tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu II diharapkan dapat lebih meningkatkan laju pertumbuhan perekonomian nasional, khususnya di sektor perindustrian.
“Paket tim ekonomi KIB II ini sudah cukup baik, apalagi Wakil Presiden kita sekarang seorang ekonom yang unggul, ditambah lagi dengan bergabungnya mantan Ketua Kadin, MS Hidayat, diharapkan akan semakin memperkuat kedudukan tim ekonomi kita. Yang penting saling berkoordinasi saja, jangan berjalan sendiri-sendiri," harap Ade.


