JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dalam lima tahun ke depan. Hal itu diharapkan bisa mempercepat penyerapan tenaga kerja dan pengurangan angka kemiskinan.
”Angka pertumbuhan ekonomi 8 persen dengan kualitas yang lebih baik adalah sesuatu yang bisa dicapai dalam lima tahun ke depan asalkan kita semua bekerja keras,” kata Hatta seusai serah terima jabatan dengan Sri Mulyani Indrawati, Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian sebelumnya, Kamis (22/10) di Jakarta.
Pertumbuhan berkualitas merupakan pertumbuhan ekonomi yang lebih banyak didorong oleh investasi riil dan ekspor. Perekonomian yang bertumpu pada investasi riil akan menciptakan pertumbuhan yang berkesinambungan dan merata.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai banyak pihak belum berkualitas. Dalam dekade terakhir, pertumbuhan lebih didorong oleh konsumsi, tecermin dari kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) yang rata-rata mencapai 70 persen.
Kontribusi investasi riil yang seharusnya menjadi tulang punggung perekonomian terhadap PDB rata-rata hanya 20 persen. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dekade terakhir hanya 4-6 persen karena lebih didorong konsumsi.
Menurut Hatta, untuk mendorong investasi domestik dan investasi asing langsung, paling utama menghilangkan hambatan investasi yang selama ini ada. ”Upaya menghilangkan berbagai hambatan investasi akan masuk dalam program 100 hari Menko Perekonomian,” katanya.
Hatta bertekad mengembangkan komunikasi dan koordinasi yang lebih baik dengan para menteri bidang ekonomi.
Ekonom Iman Sugema mengatakan, investasi riil kurang berkembang karena pemerintah dan Bank Indonesia lebih mementingkan sektor keuangan. Hal itu tecermin dari tingginya suku bunga. Harus ada keberanian untuk menciptakan suku bunga rendah agar sektor riil bisa berkembang. (FAJ)

