JAKARTA, KOMPAS.com — Menneg Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar akan merombak beberapa direksi dan komisaris perusahaan BUMN. Menurut Mustafa, beberapa petinggi perusahaan pelat merah ini akan diganti karena telah habis masa kepengurusannya ataupun rangkap jabatan.
"Selama ini beberapa komisaris dan direksi ada yang sudah harus berganti. Jadi sedang disiapkan," ujarnya seusai rapat koordinasi menteri KIB II di gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (26/10).
Menurut Mustafa, hal ini menjadi salah satu program yang akan diprioritaskan Kementerian Negara BUMN selama 100 hari kerja mendatang. Dia menyebutkan sejumlah nama yang segera diganti, antara lain:
1. Komisaris Utama PT Pertamina Jenderal (Purn) Sutanto yang kini menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
2. Anggota Komisaris Pertamina, Gita Wirjawan, yang kini menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
3. Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Waluyo yang kini menjadi anggota KPK.
Selain itu, ada juga posisi jabatan yang masih kosong, yakni Komisaris Utama PT Krakatau Steel yang ditinggalkan Taufiqurrahman Ruki, yang terpilih menjadi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Demikian juga Komisaris PT Pos Tumpak Hatorangan Panggabean, yang kini menjadi anggota KPK.
"Ruki itu sudah permanen. Kalau Tumpak kan masih definitif, kalau besok sudah pasti kami akan ganti juga," ujar Mustafa.
Namun, Mustafa tidak menjelaskan secara rinci mengenai waktu pelaksanaan pergantian direksi dan komisaris BUMN itu.

