JAKARTA, KOMPAS.com — Dana kredit infrastruktur listrik yang dialokasikan Bank BNI untuk tahun 2009 baru terserap kurang dari 50 persen. Karena itu, sisa alokasi pinjaman tersebut akan dialihkan untuk mendanai proyek tahun depan. Demikian disampaikan Direktur Utama Bank BNI Gatot Soewondo seusai mengadakan pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Saleh di Gedung Departemen ESDM, Senin (26/10) di Jakarta.
Menurut Gatot, pertemuan itu untuk mengetahui apa yang bisa dunia perbankan lakukan guna membantu pembiayaan pembangunan di sektor ESDM. "Kami mau bantu infrastruktur dan migas," ujarnya.
Untuk pembiayaan infrastruktur listrik dalam rangka mempercepat proyek pembangkit listrik 10.000 megawatt tahap dua, Bank BNI mengalokasikan dana kredit Rp 10 triliun. "Namun, tidak terserap, sekarang kami alokasikan dana Rp 4 triliun," kata Gatot.
Sisa alokasi dana kredit sebesar Rp 6 triliun akan dialihkan untuk pendanaan proyek tahun depan. "Untuk tahun depan, kami ingin tahu seperti apa policy-nya," kata Gatot.

