Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:22 WIB
Menteri Cemburu Gaji Eselon I
Imam Prihadiyoko | acandra | Selasa, 27 Oktober 2009 | 13:53 WIB
|
Share:

Kompas/Alif Ichwan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono berfoto bersama dengan anggota Kabinet Indonesia Bersatu II di tangga Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/10), seusai pengambilan sumpah jabatan di Istana Negara.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Arti "gaji kecil" untuk gaji menteri jelas relatif. Namun, usul kenaikan gaji menteri saat ini jelas bukan karena gaji itu kurang banyak ataupun kurang untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup seorang menteri. Namun, usulan ini lebih didasarkan pada kecemburuan atas besar gaji yang diterima para pejabat eselon I yang merangkap sebagai komisaris BUMN.

"Kalau dilihat dari kebutuhan keluarga, gaji riil yang diterima menteri setiap bulan masih cukup besar. Lebih baik, saat ini meninjau secara keseluruhan gaji semua pejabat tinggi dan jangan selalu melihat dengan ego kelompok seperti sekarang," ujar dosen Ilmu Politik FISIP UI, Andrinof A Chaniago, di Jakarta, Selasa (27/10).

Seandainya gaji para pejabat dari berbagai lembaga tinggi dan lembaga negara sampai ke jenjang pejabat eselon I yang merangkap komisaris BUMN diteliti, mungkin perubahan kebijakan juga termasuk mengurangi gaji atau menghapus rangkap jabatan yang menjadi sumber kecemburuan kelompok pejabat lain.

"Perlu diketahui antarkomisi negara saat ini juga terdapat perbedaan gaji yang mencolok dan menimbulkan kecemburuan anggota komisi yang gajinya jauh lebih rendah," ujarnya.