JAKARTA, KOMPAS.com — Pertemuan Nasional di Jakarta pada 29-31 Oktober 2009 mendatang tidak semata menjadikan pengusaha sebagai perhatian pemerintah.
Pemerintah berencana mengundang kalangan serikat pekerja dan lembaga swadaya
masyarakat dalam menggodok enam sektor yang akan menjadi fokus utama arah pembangunan ekonomi dalam lima tahun ke depan.
Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa seusai melaporkan kesiapan pertemuan nasional di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bertempat di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/10), Hatta melaporkan kesiapan pertemuan nasional bersama Wakil Presiden Boediono, Menko Polhukam Marsekal (Purn) Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.
Pertemuan yang mengikutsertakan kalangan serikat pekerja dan LSM ini, menurut Hatta, menjadi penanda bahwa pemerintah tetap memerhatikan nasib mereka dan tak semata-mata mengedepankan kalangan dunia usaha.
"Kadin itu waktu paparan yang disampaikan itu 90 persen merupakan punyanya pemerintah. Bukan sebaliknya, seakan-akan kami mengadopsi Kadin," tuturnya.
Hatta menjelaskan, pertemuan nasional yang digelar merupakan pengayaan terhadap program 100 hari anggota Kabinet Indonesia Bersatu II dan lima tahun pemerintahan.
"Nanti hasil summit ini hanya pengayaan karena program 100 hari kan sudah selesai diteken menteri," jelasnya.
Menurut rencana, pertemuaan nasional akan membahas enam sektor. Keenam sektor itu adalah infrastruktur, energi, ketahanan pangan, transportasi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta revitalisasi industri dan jasa.
Untuk mencapai sasaran itu, pemerintah membentuk Forum Rapat Koordinasi yang akan menjadi wadah perdebatan antara pelaku usaha dan anggota kabinet bidang ekonomi, yang dilakukan sebulan sekali.


