JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (28/10) pagi merosot tajam mendekati angka Rp 9.600 per dollar AS, karena pelaku pasar cenderung melepas rupiah dan membeli dolar menyusul membaiknya mata uang asing itu di pasar regional.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar melemah menjadi Rp 9.578-Rp 9.590 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.475-Rp 485 atau turun 103 poin.
Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga di Jakarta, Rabu mengatakan, koreksi harga terhadap rupiah dinilai wajar, karena mata uang lokal itu sedang mencari keseimbangan baru. Meski demikian rupiah akan berada dalam kisaran yang sempit antara Rp 9.550-Rp 9.600 per dollar AS.
Menurut Edwin Sinaga, rupiah kemungkinan akan kembali melemah hingga mencapai Rp 9.700 per dollar. Pada posisi itu kemungkinan Bank Indonesia (BI) akan masuk pasar melakukan intervensi. "BI juga tidak menginginkan rupiah terpuruk lebih jauh, meski pemerintah telah menetapkan kurs rupiah pada 2010 sebesar Rp 10.000 per dollar," ucapnya.
Ditanya apakah rupiah akan bisa mencapai Rp 9.000 per dollar, menurut dia sulit bagi rupiah untuk bisa mencapai angka tersebut pada akhir tahun ini. "Apalagi bursa regional melemah, akibat merosotnya saham-saham Wall Street mengakibatkan faktor positif terhadap pasar domestik, sulit diperoleh, bahkan cenderung menekan mata uang Indonesia itu," katanya.
Rupiah akan terlihat apakah masih dapat bergerak naik apabila bursa Wall Street menguat, yang didukung oleh masuknya sejumlah besar investor asing bermain di pasar domestik. "Kami optimis apabila muncul faktor positif, maka rupiah akan menguat namun kenaikan itu agak tertahan, karena tidak seperti yang terjadi sebelumnya," ucapnya.

