Rabu, 15 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 15 Februari 2012 | 16:30 WIB
Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Harus Kuatkan Infrastruktur
Leo Sunu | Edj | Rabu, 28 Oktober 2009 | 17:26 WIB
|
Share:

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Sebuah becak motor melintasi ruas Jalan Kabanjahe-Tongging, tepatnya di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Banyaknya kondisi ruas jalan yang rusak merupakan salah satu permasalahan di Sumatera Utara.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah, iklim investasi harus lebih ditingkatkan lagi dengan penguatan infrastruktur yang ada. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen.

"Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi harus ada peningkatan iklim investasi. Ini bisa dicapai kalau infrastruktur yang kita miliki sudah memadai," kata pengamat ekonomi, Fauzi Ichsan, Rabu (28/10) di Jakarta.

Menurut Fauzi, pelaku pasar pasti akan tertarik berinvestasi asal ada jaminan infrastruktur yang menunjang kegiatan produksi dan pasar. "Pada dasarnya pemerintah tugasnya hanya bangun infrastruktur yang memadai dan menjamin stabilitas nasional. Lebih dari itu, pasar akan berkembang dengan sendirinya," tuturnya. 

Menurut Fauzi, penting bagi pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur. Ia mencontohkan sejumlah proyek pemerintah, seperti penguatan sektor listrik dan pembangunan jalan tol trans-Jawa yang sudah lama direncanakan pemerintah, tetapi tak kunjung terealisasi. "Ini penting untuk dipercepat karena banyak sisi positifnya. Efeknya sangat besar bagi pasar. Di saat krisis global seperti sekarang, kalangan swasta pasti memangkas investasi. Nah, di situ pemerintah harus mengambil alih lewat investasi infrastruktur," kata Fauzi.

"Pada dasarnya di kalangan pelaku usaha berlaku prinsip ada gula ada semut. Kalau infrastrukturnya baik mereka akan datang. Otomatis pertumbuhan ekonomi meningkat," tandasnya.