JAKARTA, KOMPAS.com - Pemangkasan bunga kredit mengerek permintaan terhadap kredit kepemilikan rumah (KPR). Bankir optimistis, penyaluran KPR bakal tumbuh pesat di kuartal keempat. Beberapa bank mengaku kebanjiran permohonan KPR sejak awal kuartal ketiga.
Lonjakan permintaan KPR salah satunya dialami PT Bank Permata Tbk. "Merangkak naik sejak Juli hingga saat ini," ujar Rosalia Abadi, Head Mortgage PT Bank Permata, Rabu (28/10). Penyaluran KPR Bank Permata sudah mencapai Rp 5,5 triliun per akhir September.
Rosalia menambahkan, permintaan mulai meningkat setelah Bank Permata memangkas bunga. "Pemangkasan bunga memancing nasabah untuk berinvestasi di properti," katanya.
Saat ini Bank Permata mematok bunga KPR di kisaran 10,5% hingga 11% per tahun. Kisaran bunga itu sudah turun dibandingkan awal tahun yang sebesar 13%-14%.
Permintaan KPR di PT Bank Tabungan Negara (BTN) juga mengalir deras. "Kalau melihat kondisi saat ini, target pertumbuhan kredit sampai akhir tahun sebesar Rp 40,98 triliun, bisa tercapai," kata Wakil Direktur Utama BTN, Evi Firmansyah. Per akhir September, outstanding kredit BTN Rp 38,12 triliun.
Pencapaian ini melampaui harapan. "Sepanjang tahun ini setidaknya ada pencairan sebanyak Rp 16 triliun," ujar Evi. Dari target itu, BTN sudah menyalurkan KPR lebih dari Rp 13 triliun.
Saat ini BTN mematok bunga KPR sekitar 12%. Angka ini turun dari awal tahun yang masih berkisar antara 14% hingga 15%.
Sementara penyaluran kredit KPR Bank CIMB Niaga tidak sepesat para kompetitornya. Per akhir September 2009, outstanding CIMB Niaga sebesar Rp 12,4 triliun, cenderung flat dari akhir Juni 2009, Rp 12,5 triliun.
Bahkan, jika dihitung secara tahunan, angka ini lebih kecil 6,76% dibandingkan dengan posisi September 2008 yang sebesar Rp 13,3 triliun. "Penyaluran pada awal tahun rendah karena bunga masih 13%-14%," kata Wakil Direktur Utama Bank CIMB Niaga D. James Rompas. Saat ini, bunga KPR CIMB antara 9,9% hingga 12%. (KONTAN/Dyah Megasari)

