JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri Tbk menargetkan pada tahun 2014 mendatang, telah menjadi transactional banking utama di Indonesia. Hal tersebut dikatakan Pahala Mansyuri, Chief Financial Officer PT Bank Mandiri Tbk. "Sekarang kita belum menjadi bank transactional banking utama di Indonesia, dan kita menargetkan hal tersebut," ucapnya di Jakata, Kamis (29/10).
Target lain Mandiri, lanjut dia, adalah meningkatkan bidang ritel dan commercial banking hingga berada dalam posisi maksimal. Selain itu, Mandiri berencana untuk meningkatkan kredit di sektor usaha mikro kecil menengah. Hal tersebut disebabkan, kredit sebagai motor dari pertumbuhan Bank Mandiri.
Karenanya, menurut dia, akan ada peningkatan besar-besaran lagi di sektor kredit UMKM selama empat tahun ke depan. "Kalau selama ini saja kita bisa meningkatkan sektor mikro sampai Rp 5 triliun dalam 4 tahun terakhir," katanya.
Hal itu, katanya, akan membuat bank mandiri akan tetap meningkatkan kredit jauh lebih tinggi pertahunnya. Dan target terakhir, lanjutnya memberikan kredit kepada seluruh lapisan masyarakat. "Kita ingin tingkatkan, tak hanya pemberian kredit ke korporasi-tapi juga ke segmen whole sale," kata dia.
Pemberian kredit mandiri pun, katanya, bukan hanya pemberian kredit ke perusahaan milik pemerintah, namun juga ke swasta. Terkait jumlah kredit yang telah disalurkan Bank Mandiri, Direktur Utama PT Bank Mandiri, Agus Martowardjoyo menjelaskan bahwa pemberian kredit hingga akhir tahun tumbuh 16 persen. "Itu masih lebih tinggi daripada industri," katanya.
Hingga saat ini, pembiayaan masih terfokus kepada modal kerja. Selain itu pemberian kredit masih mendapat imbas dari kondisi luar negeri yang belum kondusif sehingga modal kerja tak terlalu banyak.

