KOMPAS.com - HARI Sabtu (31/10), keadaan cuaca di Bandara Toulouse Blagnac Perancis dalam keadaan cerah. Sejumlah staf dan tiga pilot senior Garuda Indonesia, sibuk mempersiapkan keperluan untuk membawa Airbus seri A 330-200 ke Jakarta.
Tepat pukul tiga sore waktu setempat, si Burung Besi itu lepas landas dari bandara Toulouse langsung menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Penerbangan ini antara lain melintasi wilayah Italia, Yunani, Syria, Yordania, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, India, Srilanka, Palembang dan Jakarta.
“Para penumpang yang terhormat, kami ucapkan selamat datang pada penerbangan delivery Toulouse-Jakarta yang akan ditempuh dalam waktu 13 jam 36 menit,” kata Ridwan, salah satu petugas kabin saat berbicara sesaat setelah pesawat lepas landas.
Penumpang dalam pesawat tersebut hanya 13 orang termasuk pemimpin penerbangan kapten pilot Karmal Fauza Sembiring, petugas kabin dan dua orang wartawan. Namun, demikian, ucapan selamat datang kepada para penumpang pesawat tetap harus dilakukan sebagai standar prosedur layanan petugas kabin di atas pesawat.
Tidak hanya itu, kebutuhan makanan dan minuman untuk seluruh penumpang yang semuanya duduk di kelas bisnis itu juga dilayani oleh petugas kabin sebagaimana seharusnya. Menu makanan dan minuman khas Eropa yang beragam juga ditawarkan dan disajikan kepada para penumpang.
Jenis anggur merah dan putih juga banyak pilihannya mulai dari anggur merah merk Merlot hingga jenis anggur putih chardoney. Mulai dari mie instan hingga ikan salmon yang dipadu dengan nasi. Makanan yang disajikan petugas kabin dilakukan secara berurutan sebagaimana halnya standar pelayanan di berbagai restoran terkemuka, yakni mulai dari makanan pembuka, makanan utama, hingga hidangan penutup berupa ice cream yang berkualitas tinggi.
Kursi pijat
Menumpang pesawat A 330-200 semakin terasa nyaman karena kursi penumpang di kelas bisnis bisa digerakkan hingga 180 derajat. Selain itu di kursi tersebut juga terdapat tombol untuk memijat bagian punggung. Jumlah kursi di kelas bisnis sebanyak 36 sedangkan kelas ekonommi 186 kursi.
Para penumpang juga bisa menikmati sajian aneka hiburan mulai dari musik, games, dan film-film pilihan. Hiburan musik terdiri dari musik pop barat, jazz, dan musik populer di Tanah Air yang dinyanyikan penyanyi Hetty Koes Endang, Afgan, Harvey Malaiholo, Rhoma Irama, hingga grup band D’Masiv.
Demikian juga sajian hiburan film, terdiri dari film bertema drama, action, hingga kartun. Dengan sajian hiburan itu, para penumpang Airbus 330-200 benar-benar dimanja sehinga perjalanan jauh sekalipun tidak terasa melelahkan.
Ketika take off, berat pesawat saat lepas landas (maximum take off weight-MTOW) sebesar 232 ton termasuk bahan bakar yang berjumlah 109 ton avtur. Ketika Kompas berkesempatan melihat langsung layar di ruang kokpit pilot, ketinggian maksimum pesawat 35.000 kaki. Kemudian secara perlahan seiring dengan berkurangnya jumlah avtur dalam pesawat dan sepinya arus lalu lintas pesawat lain di udara, ketinggian A 330-200 pun bertambah.
Pilot senior Karmal F. Sembiring didampingi kopilot Er De Jong, dan Ernest Glorio, menjelaskan secara rinci spesifikasi dan teknis pengoperasian pesawat baru tersebut. Kecepatan maksimum pesawat ini 880 kilometer per jam (kph) dan mampu terbang dengan daya jelajah hingga 12.500 kilometer sedangkan ketinggian maksimumnya 40.000 kaki.
Pilot tidur bergantian
Pilot Karmal yang sudah mengantongi 17.000 jam terbang, merinci tentang fitur-fitur yang terdapat di ruang kokpit serta keunggulan lainnya dari pesawat Airbus jenis A 330-200. Pesawat ini bisa dijalankan secara manual maupun otomatis melalui teknologi fly by wire.
Dia juga menjelaskan cara pemakaian bahan bakar yang efisien mulai lepas landas, selama dalam perjalanan hingga mendarat di tempat tujuan. Seorang pilot senior seperti Karmal Sembiring yang sudah memiliki jam terbang tinggi, selain sudah memiliki kemampuan teknis dalam menerbangkan pesawat jarak jauh juga mempunyai kemampuan untuk menerbangkan pesawat dengan biaya yang efisiensi.
Dengan tiga orang pilot Garuda yang handal, pesawat tersebut diterbangkan secara bergantian tanpa henti dari Toulouse Perancis ke Jakarta. Sebelum dibawa ke Jakarta, pesawat ini menjalani tes terbang dulu selama 2 jam 35 menit. “Saya bersama tim dari Airbus melakukan uji coba hingga ke Spanyol dengan ketinggian 41.000 kaki,” ungkap Karmal yang juga sering membawa pesawat kepresidenan.
Pesawat baru ini akan melengkapi tiga jenis pesawat yang sama yang sudah diserahkan sebelumnya oleh Airbus kepada Garuda Indonesia. Pesawat A 330-200 akan digunakan untuk melayani rute penerbangan ke luar negeri. Rencananya, pesawat baru ini akan diresmikan Menteri Perhubungan Fredy Numberi dan Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Selasa (2/11).
Hingga saat ini Garuda Indonesia telah memiliki 67 pesawat terdiri dari jenis Boeing dan Airbus. Pada tahun 2014, perusahaan BUMN ini menargetkan untuk memiliki 116 pesawat. Pengadaan pesawat ini merupakan salah satu bagian dari proses transformasi perusahaan. Pada tahap 1 atau selama tahun 2005-2007, Garuda menjalani masa survival dan melakukan titik balik (turnaround).
Saat ini atau selama kurun waktu 2008-2014, Garuda Indonesia dibawah Dirut Emirsyah Satar, sedang menjalani tahap dua yakni melakukan titik balik dan lompatan besar (quantum leap). Keberhasilan Garuda mencapai target tersebut tidak hanya ditentukan oleh kualitas layanan kepada para penumpang, tetapi juga perlu ada dukungan kuat dari para pemangku kepentingan termasuk pemerintah dan DPR.
Semoga kepercayaan dari masyarakat khususnya para penumpang serta kerja keras manajemen dan karyawan Garuda, tidak lagi diusik oleh kepentingan-kepentingan sesaat dari sekelompok orang/golongan yang ingin mengambil keuntungan jangka pendek. Semoga kita benar-benar bangga terbang bersama Garuda Indonesia.


