PEKALONGAN, KOMPAS.com — Ratusan karyawan Sri Ratu Mega Centre Pekalongan, Jawa Tengah, berunjuk rasa di depan gedung Sri Ratu Mega Centre, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Pekalongan, Senin (2/11). Unjuk rasa dilakukan menyusul ketidakpastian nasib mereka akibat rencana pengalihan manajemen Sri Ratu ke Carrefour.
Para karyawan yang masih berpakaian seragam duduk di pinggir jalan sambil memainkan alat-alat musik sederhana. Mereka juga berorasi dan bernyanyi, sebagai bentuk keprihatinan terhadap nasib para karyawan pusat perbelanjaan tersebut.
Tarjo, Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Sri Ratu Mega Centre Pekalongan, mengatakan, unjuk rasa kali ini merupakan kelanjutan dari unjuk rasa-unjuk rasa sebelumnya.
"Aksi keprihatinan sudah empat hari ini. Tapi yang keluar dari arena Sri Ratu (turun jalan) baru hari ini," ujar Tarjo.
Menurut dia, gejolak di perusahaannya terjadi setelah ada rencana pengalihan manajemen Sri Ratu Mega Centre ke Carrefour. Serikat pekerja tidak pernah diberi tahu mengenai waktu pengalihan ke pihak ketiga. Mereka hanya diberi tahu bahwa manajemen akan dialihkan.
Berdasarkan hasil perundingan pada pertengahan Oktober lalu, para karyawan minta agar tetap bisa melanjutkan hubungan kerja dengan Carrefour. Namun, tuntutan tersebut ditolak dengan alasan standardisasi karyawan Sri Ratu dan Carrefour berbeda.
Para karyawan mendapat dua pilihan, yaitu mutasi ke cabang Sri Ratu lain di Tegal, Kediri, Purwokerto, Madiun, Semarang, atau mendapat pemutusan hubungan kerja.
Keberatan mutasi
Tarjo mengatakan, para karyawan keberatan dengan mutasi karena sebagian besar dari mereka sudah berkeluarga. Mutasi bukan penyelesaian terbaik karena justru akan menimbulkan persoalan baru. Mereka juga keberatan dengan penawaran PHK karena perusahaan hanya bersedia membayar pesangon sebesar 70 persen dari ketentuan undang-undang.
Menurut Tarjo, SPN sudah meminta bantuan kepada pemerintah dan DPRD Kota Pekalongan untuk melakukan mediasi dengan manajemen. Namun, hingga saat ini mereka belum menemukan titik temu.
Justru sejak tiga hari lalu, karyawan sudah tidak bekerja karena Sri Ratu Mega Centre sudah tidak melayani pelanggan. Barang-barang dalam pusat perbelanjaan tersebut juga sudah dialihkan ke cabang lain.
Kisworo Poso, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkot Pekalongan, mengatakan bahwa pemerintah masih menunggu hasil rekomendasi dari DPRD setempat. Pemerintah juga akan tetap melanjutkan hasil mediasi terakhir, berupa penawaran PHK. Meskipun demikian, pemerintah akan membantu membahas kembali besaran kompensasi kepada karyawan.

