Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 17:48 WIB
IMF Jual 200 Ton Emas ke India
| Edj | Selasa, 3 November 2009 | 08:57 WIB
|
Share:

WASHINGTON, KOMPAS.com - Dana Moneter Internasional (IMF) Senin (2/11) waktu setempat, mengumumkan penjualan emas 200 ton senilai 6,7 miliar dollar AS kepada bank sentral India untuk menopang keuangan lembaga internasional itu.

Penjualan emas ke India tersebut hampir setengah dari jumlah yang telah ditargetkan IMF untuk dijual pada tahun-tahun mendatang.  IMF mengatakan transaksi, yang sedang dalam proses untuk diselesaikan, melibatkan penjualan harian bertahap dalam periode dua minggu selama 19-30 Oktober.

Setiap penjualan harian dilakukan pada harga yang ditetapkan berdasarkan harga pasar yang berlaku pada hari itu, katanya, sesuai dengan dokumen pendirian lembaga. "Saya sangat menyambut transaksi ini dengan Bank Sentral India," sebut Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn.

"Transaksi ini merupakan langkah penting untuk mencapai tujuan program penjualan emas terbatas IMF, yaitu untuk membantu menempatkan pijakan keuangan jangka panjang IMF yang sehat dan memungkinkan kami untuk meningkatkan konsesional pinjaman yang sangat dibutuhkan negara-negara miskin."

Saat ini, IMF memegang 3.217 ton emas, dan merupakan pemilik resmi logam mulia terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan Jerman.

Pada 18 September, para dewan eksekutif menyetujui penjualan 403,3 ton emas, sekitar seperdelapan dari kepemilikan saat ini, tetapi meyakinkan itu akan dilakukannya dengan cara yang tidak akan mengganggu terhadap pasar emas.

Menurut rencana, IMF menawarkan untuk menjual emas langsung kepada bank-bank sentral "atau pemegang sektor resmi lainnya jika ada yang tertarik menjadi pemegang semacam itu."

Jika permintaan resmi tidak mencukupi, IMF mengatakan bisa melakukan penjualan emas "di pasar secara bertahap dari waktu ke waktu," sejalan dengan pendekatan yang sudah diikuti oleh bank sentral.

IMF akan membatasi batas atas secara keseluruhan yang telah disepakati bank-bank sentral, yang dimulai pada 27 September, 400 ton per tahun selama lima tahun.

Sumber :
ANT