JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan dapat menerbitkan kembali obligasi berdenominasi rupiah dengan nilai Rp 1,5 triliun pada tahun ini.
Saat ini, berkas-berkas untuk penerbitan obligasi tersebut sudah diproses Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) untuk meminta pernyataan efektif. "Kita berharap tahun ini (dapat diterbitkan)," kata Wadirut PLN Rudiantara, di sela-sela rapat koordinasi jajaran menteri perekonomian, di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/11).
Adapun sebagai penjamin pelaksana (underwritter) untuk obligasi tersebut adalah Danareksa Securities, Mandiri Securities dan Bahana Securities. "Realisasinya kita tunggu, prosesnya sudah dimulai," ucapnya.
Dilanjutkannya, dana tersebut nantinya akan dipergunakan untuk investasi dalam rangka mengembangkan bisnisnya. "Investasi dan general porpose, serta untuk 10.000 mega watt tahap I," jelasnya.
Sebelumnya, perseroan juga telah melakukan penerbitkan obligasi berdenominasi dollar senilai 1,25 miliar dollar AS.

