KOMPAS
Minggu, 21 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Wah.. Harga Emas Tembus Rekor Baru
Rabu, 4 November 2009 | 08:04 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga emas melonjak ke harga rekor tinggi baru 1.085,07 dollar AS per troy ounce pada Selasa (4/11), sehari setelah pengumuman penjualan besar-besaran emas oleh Dana Moneter Internasional (IMF) ke India.

Harga emas di London mencapai 1.085,07 dolar per troy ounce dan harga di New York mencapai 1.084,70 dollar per troy ounce, memecahkan rekor yang dibuat bulan lalu.

Lonjakan terakhir datang setelah IMF mengumumkan penjualannya sebanyak 200 ton emas kepada bank sentral India selama periode dua pekan bulan lalu dengan total nilai 6,7 miliar dollar AS untuk meningkatkan keuangannya.

IMF mengatakan transaksinya, yang sedang dalam proses penyelesaian itu, mencakup penjualan harian yang berlangsung dua pekan selama 19-30 Oktober.

Pejabat senior IMF mengatakan IMF "beruntung" dalam penjualan 200 ton emas itu ke India, yang mendapatkan harga bruto 1.045 dolar per ounce. Transaksi itu merepresentasikan sekitar setengah dari rencana penjualan cadangan emasnya.

Bart Melek dari BMO Capital Markets mengatakan penjualan besar kepada India itu memberi sinyal kepada teori "ada pembeli resmi yang menunggu membawa sejumlah besar emas yang masih tersedia."

"Pertanyaannya sekarang adalah, siapakah yang akan membeli sisa emas milik IMF itu?" kata Melek dalam catatannya kepada para kliennya.

"Kami menduga itu bisa jadi China, negara Asia lainnya, Rusia atau India lagi, karena mereka memegang emas relatif terlalu sedikit terkait dengan cadangan devisanya yang sangat besar, dan mungkin menginginkan untuk mendiversifikasi dari hanya sekadar dollar AS."

Emas dan harga komoditas lainnya telah mulai naik di bulan-bulan terakhir ini di tengah gerakan menjauhi dollar AS, yang dinilai telah suram.

Gerakan itu meningkat cepat pada bulan lalu setelah ada berita bahwa negara-negara Teluk mungkin menghentikan menggunakan dollar AS untuk transaksi perdagangan minyaknya.

Emas meningkat juga mendapat dukungan dari ketakutan adanya inflasi yang lebih tinggi karena logam mulia itu secara luas dihargai investor sebagai simpanan yang aman nilainya.

Editor: Edj   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.