BEIJING, KOMPAS.com - Bank Dunia menaikkan ramalan pertumbuhan ekonomi China tahun 2009 dari 7,2 persen menjadi 8.4 persen. Namun Bank Dunia mengatakan, Beijing harus menyeimbangkan ekonominya dengan menekan belanja konsumen ketimbang industri dan investasi.
Sebuah laporan Bank Dunia, Rabu, menyatakan, outlook pertumbuhan yang lebih tinggi mencerminkan bahwa kesuksesan stimulus yang diberikan pemerintah China lebih kuat dari yang diperkirakan. Bank itu mengatakan, pemulihan China yang terus berlangsung akan menuntut perbaikan untuk mempromosikan pertumbuhan di sektor industri jasa dan sedikit tekanan pada investasi dan industri.
Stimulus yang digelontorkan pemerintah China 586 miliar dollar telah mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 8,9 persen pada triwulan terakhir.

