Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 23:48 WIB
Waduh.. Harga Emas Makin Mahal
Erlangga Djumena | Edj | Kamis, 5 November 2009 | 09:04 WIB
|
Share:

LONDON, KOMPAS.com - Harga emas menyentuh puncak rekornya pada 1.095,80 dollar per ounce dalam perdagangan di London, Rabu (4/11) waktu setempat, setelah terjadi penjualan besar-besaran emas dari Dana Moneter Internasional (IMF) ke India.

Harga emas telah mencapai rekor tingginya 1.087,80 pada Selasa karena IMF mengatakan pihaknya telah menjual 200 ton emas ke bank sentral India yang berlangsung selama dua pekan bulan lalu senilai 6,7 miliar dollar AS untuk meningkatkan keuangannya.

Setelah sempat menyentuh rekor harga tertinggi pada pukul 1545 GMT, harga logam mulia itu kembali turun ke posisi 1.090 dollar di London.

Sementara di New York Mercantile Exchange, kontrak emas pengiriman terkini ditutup di posisi 1.086.70 per troy ounce, naik dibanding penutupan sebelumnya pada 1.084,30 dollar AS.

Harga emas dan komoditas lainnya telah melonjak dalam bulan-bulan terakhir ini di tengah upaya menjauhi dolar AS yang tampaknya suram. Gerakan itu semakin cepat pada bulan lalu setelah ada berita bahwa negara-negara Teluk akan menghentikan penggunaan mata uang dolar AS dalam perdagangan minyaknya.

Logam mulia itu juga mendapat penguatan akibat adanya ketakutan terhadap kemungkinan inflasi, karena emas dipandang secara luas oleh para investor sebagai simpanan nilai yang aman.

Bart Melek dari BMO Capital Markets mengatakan penjualan besar kepada India itu memberi sinyal kepada teori "ada pembeli resmi yang menunggu membawa sejumlah besar emas yang masih tersedia."

"Pertanyaannya sekarang adalah, siapakah yang akan membeli sisa emas milik IMF itu?" kata Melek dalam catatannya kepada para kliennya.

"Kami menduga itu bisa jadi China, negara Asia lainnya, Rusia atau India lagi, karena mereka memegang emas relatif terlalu sedikit terkait dengan cadangan devisanya yang sangat besar, dan mungkin menginginkan untuk mendiversifikasi dari hanya sekadar dollar AS."
   
Penjualan ke India itu hampir setengah dari 403,3 ton emas yang ditargetkan IMF dijual selama setahun yang akan datang.

IMF yang mempunyai 3.217 ton emas, merupakan pemegang logam mulia resmi terbesar ketiga setelah AS dan Jerman.

India adalah konsumen emas terbesar di dunia, dengan mengimpor antara 700 hingga 800 ton emas setiap tahun atau 20 persen dari permintaan dunia.

Pejabat senior IMF mengatakan, IMF beruntung dalam menjual 200 ton emasnya ke India dengan harga bruto 1.045 dollar per ounce, lebih tinggi dari 850 dollar per ounce pada April 2008.

Harga emas, yang telah naik lebih dari 20 persen tahun ini, sementara ini memiliki masa depan cerah berkat permintaan yang membaik akibat krisis keuangan, kata ahli industri emas pekan ini. "Meski sulit untuk memprediksi di jangka pendek ini, gambaran keseluruhan sangat baik," kata Mark Lynam, seorang eksekutif AngloGold Ashanti, produsen emas terbesar di dunia dalam konferensi tahunan Asosiasi Pasar Logam Mulia London di Edinburg.

Sumber :
ANT,AP