Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:48 WIB
70 Investor Mancanegara Datangi Indonesia
| Edj | Jumat, 6 November 2009 | 10:58 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Citi mengundang lebih dari 70 investor institusional global dari Asia, Eropa, dan Amerika Serikat ke Jakarta pekan ini untuk mempertemukan investor institusi internasional dengan perusahaan Indonesia guna mengkaji pandangan seputar ekonomi dan prospek perkembangan pasar setempat.

Pada Konferensi Investor yang memasuki tahun ketiga ini, menurut Citi Head of Indonesia Research Salman Ali dalam siaran persnya, sejumlah 42 perusahaan nasional akan memberikan paparan mengenai potensi investasi di Indonesia.

“Tahun ini pasar Indonesia berada pada posisi ketiga terbaik di antara negara-negara berkembang (emerging markets) dan merupakan salah satu yang terbaik di kawasan Asia Pasifik,” sebut Salman.

Dikatakannya, dalam 10 bulan terakhir ini, sekitar 725 juta dollar AS telah masuk ke pasar Indonesia, dibandingkan dengan 1,23 miliar dollar AS net foreign buying pada periode yang sama pada tahun 2008. “Trading di pasar saat ini berada pada posisi 13,4x untuk PER dengan proyeksi perkembangan EPS antara 15-20 persen (berdasarkan consensus forecast),” tambahnya.

Konferensi investor ini diteruskan dengan dua acara serupa di Beijing dan Sydney, di mana 750 investor institusi global bertemu dengan 180 perusahaan guna meninjau peluang-peluang di pasar-pasar yang ada. “Masukan dari nasabah institusional kami sangat positif, dan mereka sangat terkesan dengan keanekaragaman perusahaan-perusahaan yang ikut serta dalam acara ini. Nasabah juga menyambut baik sesi diskusi makro, penyelenggaraan konferensi secara tematis, serta kualitas dari presentasi yang disampaikan,” kata Salman.

Dalam laporan baru-baru ini, analis ekonomi Citi untuk kawasan Asia Pasifik dan Indonesia, Johanna Chua, menyebutkan, investor terus antusias (bullish) terhadap perkembangan di kawasan Asia Pasifik, di mana Indonesia merupakan pasar kedua teratas setelah China.

Ia memperkirakan PDB Indonesia akan kembali ke level 6 persen pada tahun 2011 dan tingkat suku bunga perlahan meningkat mulai tahun 2010, dengan permintaan domestik sebagai pendorong untuk mempertahankan pertumbuhan PDB. Citi memperkirakan tahun 2009 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih dari 4 persen dan 5,5 persen pada 2010. "Hal ini terus didukung oleh pendapatan perusahaan yang tetap bertahan dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik. Selain itu, kelancaran pelaksanaan pemilihan umum dan transisi pemerintahan telah memberikan tingkat kepercayaan bahwa pertumbuhan ekonomi beberapa tahun terakhir ini bisa tetap dipertahankan," sebut Chua.