Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 22:20 WIB
Kalau untuk Tujuan Damai, China Bakal Dukung
Josephus Primus | primus | Jumat, 6 November 2009 | 19:58 WIB
|
Share:

BEIJING, KOMPAS.com — Presiden China Hu Jintao, Jumat (6/11), mengatakan bahwa negaranya mendukung penggunaan ruang angkasa untuk tujuan damai. Pernyataan itu disampaikan beberapa hari setelah komandan angkatan udara China mencuri perhatian dengan mengatakan bahwa persaingan senjata di angkasa luar tidak dapat dihindarkan.
   
Komentar Hu ituyang mengulang pernyataan sehari sebelumnya, yang dikeluarkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeritampaknya untuk mengirim pesan ke dalam negeri bahwa Beijing belum meninggalkan sikap lamanya untuk oposisi terkait persenjataan angkasa luar. "China akan tetap teguh mendukung kebijakan pertahanan nasional yang bersifat bertahan, dan tidak akan melakukan perluasan militer dan pasukan bersenjata," kata kantor berita Xinhua, mengutip Hu.
   
"China akan... mendukung pengembangan damai angkasa luas, dan aktif berpartisipasi dalam kerja sama keamanan global angkasa luar," katanya dalam upacara peringatan ulang tahun ke-60 Angkatan Udara negara itu.
   
Pidato Hu tampaknya bertujuan untuk meredakan kalimat retoris Komandan Angkatan Udara-nya, Xu Qiliang, yang berkata kepada media nasional bahwa  Angkatan Udara China sudah terdesak untuk mengembangkan operasi ofensif dan defensif di angkasa luar. "Sejauh perubahan di urusan militer menjadi perhatian, persaingan antar-pasukan militer bergerak menuju angkasa luar ... ini secara sejarah tidak terhindarkan. Ini juga sebuah perkembangan yang tidak dapat diabaikan," kata Xu.
   
"Kita harus membangun pasukan angkasa luar yang dapat memenuhi kebutuhan pengembangan negara kita dan angkasa luar," ujar Xu.
    
Xu, dalam sebuah pidato di hadapan delegasi militer asing, Jumat, tidak menarik pernyataannya. Namun, ia menyerukan sebuah konsep global tentang keamanan angkasa luar berdasarkan Piagam PBB. "Kami menyeru pembangunan bersama sebuah konsep baru tentang keamanan angkasa luar. Angkasa luar biasanya berbagi dan harus dengan damai," katanya.
  
"Jika kita membiarkan angkasa luar menjadi medan pertempuran baru, maka angkasa luar akan menjadi sebuah jendela berbahaya yang menggantung di atas seluruh kehidupan," imbuh Xu.
   
"Tidak ada satu pun negara yang dapat mengacuhkan hal ini dan tidak ada satu negara pun yang dapat bertahan dari ancaman," kata Xu, yang tampaknya merujuk pada Amerika Serikat.
    
"Kami tidak akan memperlihatkan diri seolah-olah menyukai perang, tetapi kami juga tidak melupakan atau takut pada perang," kata Xu.
   
"Namun, dengan meningkatkan kemampuan Angkatan Udara di masa depan, mereka akan menjadi lebih bersifat merusak di masa perang, dan jika tidak digunakan dengan bijak akan memberikan dampak yang merusak bagi makhluk hidup, peradaban, dan kita semua," katanya.
   

Sumber :
Ant