Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 22:21 WIB
Pedagang Lilin "Tertimpa Durian Runtuh"
Josephus Primus | primus | Jumat, 6 November 2009 | 21:23 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/IGNATIUS SAWABI
ilustrasi

MAMUJU, KOMPAS.com - Harga eceran lilin putih per batang di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) naik tajam. Pemicunya, pemadaman listrik yang masih dilakukan PLN Cabang Mamuju yang terus berlangsung di wilayah itu.
 
Pemantauan di Mamuju, Jumat (6/11), harga eceran lilin putih per batang yang memiliki panjang ukuran sekitar 10 centi meter naik dua kali lipat atau sekitar 100 persen.
 
Harga eceran lilin tersebut sebelumnya hanya sekitar Rp 1.500 per batang yang dijual oleh pedagang pengecer. Namun, semenjak pemadaman listrik di wilayah itu terus berlansung selama sebulan terakhir naik dua kali lipat menjadi Rp 3.000 per batang.
 
Mamas Issa, salah seorang penjual lilin di Mamuju mengatakan, kenaikan harga lilin yang dijual pedagang pengecer di wilayah itu, karena lilin yang dijual para distributor barang telah mengalami kelangkaan. "Lilin di tingkat distributor mulai langka, sehingga stok yang diberikan kepada para pedagan pengecer  hanya sedikit,"ujarnya.
 
Para pedagang pengecer kata dia, hanya diberikan lilin hingga satu lusin atau sekitar 12 batang oleh distibutor, untuk diecerkan setiap hari sehingga stok yang dimiliki pedagang pengecer yang akan dijual kepada masyarakat juga sangat sedikit. "Terpaksa harganya kami naikkan, karena permintaan masyarakat yang membutuhkan lilin sebagai alat penerang di saat gelap gulita juga sangat tinggi, sedangkan persediaan terbatas," ujarnya.
 
Akibat naiknya harga lilin tersebut menjadi keluhan masyarakat di wilayah itu, karena membebani kehidupan ekonomi mereka. "Lilin sudah mahal karena harganya sudah tidak terjangkau, tetapi juga bisa menimbulkan kebakaran disaat mati lampu, kalau begini terus kapan masyarakat bisa sejahtera," kata Anti salah seorang ibu rumah tangga.
 
Ia berharap pemerintah segera memperhatikan masalah itu karena menjadi dampak dari padamnya listrik di Mamuju yang sangat merisaukan warga sekitar.

 

Sumber :
Ant