JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah bangunan gedung Sekolah Pelita Harapan (SPH) International dipastikan segera berdiri di area seluas 17.000 meter persegi di kawasan Kemang Village, Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, untuk pembangunan gedung sekolah dan perlengkapannya, sekolah yang akan dibuka pada Agustus 2010 mendatang ini menelan biaya sebesar 50 juta dollar AS.
Brian Cox, koordinator seluruh SPH International, menjelaskan, selain untuk pembangunan gedung, investasi sebesar itu juga digelontorkan untuk pembangunan kelas yang luas, laboratorium sains, teknologi dan komputer yang lengkap, ruang visual dan kesenian (performing arts), arena olahraga dan ruang bermain, termasuk kolam renang, perpustakaan, dan riset. Semuanya dirancang untuk pendidikan yang berkualitas abad ke-21.
"Kami sungguh-sungguh membangun fasilitas untuk mendukung proses pendidikan," ujar Brian, saat jumpa pers, di Kemang Village, Jakarta, Sabtu (7/11).
Selain itu, bangunan gedung sekolah ini dibangun dengan standar yang tinggi dengan memerhatikan masalah perlindungan dan keamanan, juga memenuhi standar gempa. Namanya juga sekolah internasional, jadi tidak heran jika sekolah ini membanderol biaya sekolah yang tinggi. Sekali masuk saja siswa akan ditarik development fee atau uang pembangunan sebagai uang pangkal sebesar 3.000 dollar AS per tahun. Tak hanya itu, siswa juga akan dikenakan uang sekolah sekitar 5.000 dollar AS hingga 12.000 dollar AS per tahunnya, tergantung jenjang pendidikan.
SPH International memiliki tingkat pendidikan lengkap mulai dari TK hingga SMA. Namun, tingginya biaya sekolah tersebut setidaknya setimpal dengan kualitas pendidikan yang diberikan. Sekolah ini mengacu pada kurikulum Cambridge untuk tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah, serta mengaplikasikan kurikulum International Baccalaureate Diploma untuk kelas 2 dan 3 SMA. Jajaran guru-guru pengajarnya juga akan direkrut secara international.


