SURABAYA, KOMPAS.com — Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi H Muhaimin Iskandar siap melakukan revitalisasi terhadap 135 balai latihan kerja (BLK) di seluruh Indonesia dengan empat BLK di antaranya di Jawa Timur.
"Jatim akan menjadi titik tolak untuk mengecek hubungan antara BLK, dunia pendidikan, dan dunia usaha atau pasar karena saya memang diminta Presiden untuk menghubungkan ketiganya," katanya di Surabaya, Minggu (8/11).
Didampingi Kepala Disnakertrans Jatim Gentur Sanjoyo dan Kepala BLK Jatim Gatot Gunarso, ia meninjau BLK Provinsi Jatim di Menanggal, Surabaya, mulai dari sejumlah bengkel latihan hingga perumahan peserta latihan di kompleks BLK itu.
"Revitalisasi BLK itu berkaitan dengan penyiapan infrastruktur, sarana, dan anggaran. Karena itu, saya akan mengajak kalangan swasta dan lembaga pendidikan, khususnya SMK, untuk mendorong hal itu," katanya.
Menurut Menteri, kalangan swasta akan diajak melatih karyawannya di BLK, sekaligus membantu BLK untuk menyiapkan wiraswastawan mandiri sehingga mereka tidak akan banyak dibebani karyawan.
"Penyiapan wiraswasta mandiri itu akan kami upayakan dalam 1-2 tahun ke depan karena pemerintah akan segera mengucurkan sekitar Rp 200 triliun untuk kredit usaha rakyat sehingga konsep pelatihan harus dirancang lewat BLK," katanya.
Pihaknya juga akan mengajak kalangan swasta untuk membantu konsep pemasaran yang selama ini menjadi kendala di kalangan wiraswasta mandiri.
"Untuk kalangan pendidikan juga akan kami libatkan untuk merumuskan kurikulum yang match dengan BLK," katanya.
Sementara pemerintah, akan membantu sarana dan anggaran. "Namun, bantuan pemerintah itu ada syaratnya, misalnya BLK yang produktif serta ada koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat," katanya.
Menurut Menteri, masyarakat sebenarnya sudah siap berwiraswasta dengan tambah pelatihan 300-500 jam. "Polesan itu juga menyangkut jaringan kerja, promosi, dan modal," katanya.


