KAIRO, KOMPAS.com - Perdana Menteri China Wen Jiabao berjanji mengucurkan 10 miliar dollar AS dalam bentuk pinjaman lunak selama tiga tahun mendatang ke Benua Afrika. Wen dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi China-Afrika, yang berlangsung dua hari, Minggu dan Senin (8 dan 9 November) di Sharm el-Sheikh, Mesir, juga berjanji membangun 100 proyek energi bersih di Afrika dalam periode yang sama, sebagai upaya menghadapi perubahan iklim.
”Kami akan membantu Afrika mengembangkan kemampuan. Kami akan mengucurkan 10 miliar dollar AS sebagai pinjaman lunak ke negara-negara di Afrika,” ujar Wen.
PM Wen menegaskan, China datang ke Afrika bukan semata mencari energi, melainkan membantu pembangunan Benua Afrika.
Menteri Perdagangan dan Perindustrian Mesir Rashid Muhammad Rashid mengungkapkan, inisiatif Presiden China Hu Jintao terhadap Afrika diluncurkan tahun 2006. Hal itu berperan besar meningkatkan hubungan ekonomi China-Afrika.
Neraca perdagangan China- Afrika meningkat hingga 107 miliar dollar AS pada 2008, bandingkan dengan 2006 yang hanya 73,5 miliar dollar AS. China juga tidak mengenakan bea masuk atas impor dari Afrika.
Deklarasi Sharm el-Sheikh
Pada forum temu China-Afrika itu ditandatangani beberapa proyek bersama China dan sejumlah negara Afrika. Di antaranya, proyek pembangunan hotel bintang empat di Bandara Addis Ababa, Etiopia, di atas tanah seluas 25.000 meter persegi dengan nilai investasi 50 juta dollar AS.
Juga ada proyek bersama sektor transportasi, pengadaan air, dan infrastruktur lainnya di Mali. Ada juga proyek China-Afrika di Kamerun dalam bidang pertanian di atas tanah seluas 10.000 hektar dengan nilai investasi 12 juta dollar AS. Di Nigeria, ada proyek bersama China-Afrika untuk pembangunan kawasan ekonomi bebas pajak. China kini menjadi mitra dagang utama Afrika, selain AS dan Eropa.
Deputi Menlu Mesir urusan Afrika Mona Omar mengungkapkan, forum temu China-Afrika mengeluarkan Deklarasi Sharm el-Sheikh untuk pembangunan kerja sama ekonomi dan politik China-Afrika.
Menurut Mona, deklarasi itu memuat konsep kerja sama untuk memperkuat hubungan politik China-Afrika dengan mengembangkan komunikasi di semua bidang, termasuk antarpartai politik di China dan Afrika, antarparlemen, antarpemerintah lokal, antarlembaga yudikatif, dan antarkonsuler.
Di sektor ekonomi, kata Mona, China-Afrika memberi perhatian pada kerja sama pertanian sebagai pintu masuk untuk memperkuat dan mengamankan pengadaan pangan di Afrika.
China akan mengirim tenaga ahli pertanian ke Afrika selama tiga tahun mendatang untuk memberi pelatihan serta membangun pusat-pusat pelayanan informasi tentang teknologi pertanian di negara-negara Afrika.
Deklarasi itu juga memuat konsep kerja sama untuk memperkuat perbankan, energi, informasi, transportasi, pengurangan beban utang Afrika, pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, memerangi kemiskinan, kesehatan, pemeliharaan lingkungan, budaya, media massa dan olahraga. (mth)


