Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 22:32 WIB
Dibayangi Kisruh KPK-Polri, Rupiah Pagi Berotot
| Edj | Senin, 9 November 2009 | 10:21 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (9/11) pagi, naik karena pelaku pasar membeli mata uang lokal, meski ada kekhawatiran atas kasus antara KPK dan Polri yang masih berlangsung sampai saat ini.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS naik 35 poin menjadi Rp 9.405-Rp 9.415 per dollar AS dibanding penutupan akhir pekan lalu Rp 9.440-Rp 9.455.

Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova, Senin di Jakarta, mengatakan bahwa kenaikan rupiah didukung sikap aktif pelaku asing bermain di pasar. Masuknya hot money asing di pasar domestik memicu rupiah menguat hingga mendekati angka Rp 9.400 per dollar AS.

"Namun, kasus KPK dan Polri yang masih terus bergulir hingga kini menimbulkan kekhawatiran pelaku asing untuk lebih banyak menginvestasikan dananya di pasar domestik karena cenderung peristiwa ini akan berjalan cukup lama," katanya.

Untuk saat ini, kepercayaan pasar masih positif terhadap pasar uang karena faktor fundamental ekonomi makro Indonesia masih cukup baik, bahkan cadangan devisa negara makin bertambah.

Akan tetapi, pelaku asing terus melakukan pengamatan terhadap berbagai kasus yang terjadi di dalam negeri, seperti kasus Bank Century, yang telah berganti nama menjadi Bank Mutiara, telah mendapat suntikan dana dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar Rp 6,7 triliun.

Kasus ini mendapat sorotan dari DPR untuk meminta KPK segera menuntaskan masalah tersebut. Karena itu, menurut dia, apabila berbagai kasus yang terjadi belum dapat dituntaskan, rupiah dikhawatirkan akan kembali terpuruk karena investor asing akan meninggalkan pasar domestik.

Peran investor asing sangat besar. Mereka mempunyai modal yang kuat untuk menggoyangkan pasar.

Sumber :
ANT