JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah menyiapkan besaran tarif dasar listrik (TDL) 2010 sebagai pengganti TDL yang telah berlaku sejak 2004.
Menteri ESDM Darwin Saleh dalam raker dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (9/11) mengatakan, kebijakan TDL 2010 tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan PT PLN (Persero) dan juga kemampuan masyarakat.
"Saat ini, kami bersama Kantor Menko Perekonomian, Depkeu, Kantor Menneg BUMN, dan PLN tengah melakukan persiapan perhitungan besaran TDL 2010, sesuai dengan kebutuhan PLN dan mempertimbangkan kemampuan masyarakat," katanya.
Raker tersebut merupakan perdana antara Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dan Komisi VII DPR.
Darwin didampingi seluruh pejabat eselon satu Departemen ESDM dan juga Kepala Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Selain itu, hadir pula Dirut PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, Dirut PLN Fahmi Mochtar, dan Dirut PT PGN Tbk Hendi P Santoso. Darwin mengatakan, pihaknya juga sedang berupaya mencapai target rasio elektrifikasi sebesar 66,2 persen pada 2010.
Upaya yang dilakukan, lanjutnya, adalah pembagian panel surya dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) serta peningkatan jangkauan jaringan listrik PLN.
Menurut Darwin, alokasi dana APBN untuk membangun pembangkit energi baru dan terbarukan, jaringan, dan gardu distribusi pada 2010 mencapai Rp 561,5 miliar untuk 81.000 KK di daerah terpencil di seluruh Indonesia.
"Sedang dana pengembangan jaringan PLN tahun 2010 dialokasikan Rp 591,5 miliar," katanya.
Pada 2009, alokasi dana yang disediakan terdiri atas Rp 658,7 miliar untuk 94.000 KK di daerah terpencil, pulau terluar dan perbatasan serta Rp 841,3 miliar untuk pengembangan jaringan PLN.
