Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 22:38 WIB
Wah, Kota Pekalongan Bisa Hilang?
Benny N. Joewono | bnj | Senin, 9 November 2009 | 18:38 WIB
|
Share:

KOMPAS

PEKALONGAN, KOMPAS.com — Proses abrasi (pengikisan) yang terjadi di wilayah pantai di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dalam kurun tiga tahun terakhir ini sudah dalam kondisi memprihatinkan karena permukaan air laut sudah mulai mendekati kawasan perumahan warga.

Ketua Forum Mitra Pesisir Pantura Pekalongan Prapto, Senin (9/11) di Pekalongan, mengatakan, sepanjang 2005-2008, abrasi pantai Kabupaten Pekalongan telah mengakibatkan sekitar 30 meter lahan amblas tergerus air laut.

"Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka tidak mustahil jika perumahan warga yang ada di sekitar pantai akan tenggelam," katanya.

Selain masalah abrasi, warga di sekitar pantai juga dihadapkan pada persoalan air laut yang mulai masuk ke dalam sumur sehingga air tidak dapat digunakan lagi untuk memasak.

Untuk mengantisipasi semakin meluasnya abrasi, Forum Mitra akan meminta pemerintah dan masyarakat untuk melakukan penghijauan di sekitar pesisir pantai Kabupaten Pekalongan.

"Upaya pencegahan meluasnya abrasi di pantai, kami akan mengajak masyarakat untuk menanam tanaman mangrove," katanya.

Bupati Pekalongan Siti Qomariyah mengatakan, untuk mengantisipasi abrasi di pantai, Pemkab Pekalongan akan mencanangkan gerakan menanam mangrove di sepanjang pantai di wilayahnya.

"Gerakan menanam mangrove sudah mendapatkan respons dari pemerintah pusat. Rencananya, gerakan tanam mangrove tingkat nasional 2010 akan dipusatkan di Kabupaten Pekalongan dan akan dihadiri Presiden SBY," katanya.

Sumber :
ANT