JAKARTA, KOMPAS.com — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (10/11) siang ditutup menguat tipis 0,40 poin atau 0,02 persen ke level 2.406,83.
Analis Riset PT Valbury Asia Securities Krisna Dwi Setiawan dalam kajiannya mengatakan, penguatan indeks berlanjut tetapi dengan tekanan yang sangat lambat karena perdagangan saham kurang bergairah.
"Naiknya indeks praktis didominasi oleh atraksi tunggal saham Astra Grup yang melonjak lebih dari empat persen," katanya.
Ia menambahkan, Astra, yang sebelumnya tertekan aksi jual masif karena khawatir suku bunga global segera naik, kini menjadi saham yang paling diuntungkan oleh perubahan sentimen global sejak G-20 memutuskan untuk mempertahankan stimulus ekonominya.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa sentimen bursa saham global yang mulai beranjak positif sejak akhir pekan lalu semakin diyakinkan oleh keputusan para menteri keuangan negara-negara G20 yang akan mempertahankan berbagai stimulus ekonominya. "Keputusan tersebut memperkuat hasil FOMC Meeting sebelumnya untuk menahan tingkat suku bunga The Fed tetap rendah untuk rentang waktu tambahan," ujarnya.
Adapun beberapa saham di kawasan Asia ditutup naik, di antaranya Hang Seng yang menguat 187,91 poin ke level 22.395, Nikkei-225 naik 122,15 poin ke level 9.927, dan Indeks Straits Times, yang menguat 18,50 poin ke posisi 2,711.
Transaksi saham yang terjadi sebanyak 37.056 kali dengan jumlah saham yang berpindah tangan mencapai 1,713 miliar lembar dan nilai Rp 1,368 triliun. Sebanyak 63 saham naik, 108 saham turun, dan 50 saham tidak bergerak.
Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS siang ini ada di posisi Rp 9.405 per dollar AS.


