JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintahn hanya menyerap Rp 1 triliun dari Lelang lima seri SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) yang digelar Selasa (10/11) ini. Padahal, total penawaran yang masuk adalah Rp 2,2 triliun.
"Lelang lima seri ini kita hanya serap Rp 1,077 triliun. Itu sesuai kewenangan yang dibuat Menteri Keuangan," kata Kepala Biro Humas Departemen Keuangan Harry Z.Soeratin, Selasa (09/11).
Adapun kelima seri SBSN tersebut, di ntaranya seri IFR0003 dengan status reopening, dan empat seri lainnya yaitu IFR0004 ,IFR0005, IFR0006 dan IFR0007 dengan status penawaran baru.
Jumlah penawaran yang masuk adalah seri IFR0003 sebesar Rp 527 miliar, seri IFR0004 sebesar Rp 670 miliar, seri IFR0005 sebesar Rp 19 miliar, IFR0006 sebesar Rp 355 miliar, seri IFR0007 sebesar Rp 629 miliar. Adapun untuk yieldnya masing- masing adalah 9,56 sampai 9,68 untuk IFR0003, dan 9,25 sampai 10,0 untuk seri IFR0004.
Sedangkan ketiga SBSN lainnya mempunyai yield diatas 10,2 persen. Dalam lelang tersebut, hanya SBSN seri IFR0003 dan IFR0004 saja yang terserap. "Rinciannya, adalah Rp 527 miliar dari seri IFR0003 dan 550 miliar dari IFR0004. Tanggal jatuh temponya pada 15 September 2015 dan 15 Oktober 2013," jelas dia.