
SINGAPURA, KOMPAS.com — Singapura sebagai tuan rumah pertemuan tingkat tinggi 21 pemimpin negara di kawasan Asia Pasifik menawarkan petualangan kuliner yang memanjakan perut di sepanjang perhelatan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC ke-20, pada 8-15 November 2009.
Cara ini digunakan Pemerintah Singapura untuk membuat semua delegasi selalu teringat-ingat pada negara kota ini.
Demikian diungkapkan panitia penyelenggara pertemuan tingkat tinggi APEC ke-20 melalui siaran pers yang dipublikasikan di Singapura, Selasa (10/11). Petualangan kuliner ini akan dipersembahkan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Pemimpin Ekonomi APEC yang akan digelar pada 14-15 November 2009.
Delegasi APEC akan disuguhi sajian siap saji (buffet) yang menyediakan keunikan makanan khas Singapura. Ini akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memberikan apresiasi pada setiap sajian yang dihidangkan.
"Sajian makanan akan mencitrakan warna-warni kultur dan sosial yang diwarisi sejak lama, namun disajikan dengan hidangan kosmopolitan," ujar Soo Siew Keong, Pemimpin Program untuk Akomodasi APEC.
Untuk mewujudkan janjinya itu, panitia pertemuan tingkat tinggi APEC merekrut chef-chef lokal yang terpandang di Singapura, seperti Anderson Ho dari SATS Catering, lalu Yen Koh dari Unilever FoodSolution, Wolfgang Ranner dari Conrad Centennial Singapore, Eric Teo dari Mandarin Oriental, dan Chef Otto Weibel dari Fairmont Singapore.
Merekalah yang dibebani tanggung jawab untuk memuaskan perut semua delegasi APEC. Kemewahan kuliner ini akan dinikmati oleh semua pemimpin dari 21 negara anggota APEC saat dijamu di kediaman Perdana Menteri Singapura, Istana. Namun, bagi delegasi lain, kemewahan serupa bisa dinikmati pada saat program Singapore Evening at the Esplanade digelar di kawasan teluk Marina.
Masakan yang disuguhkan mewakili seluruh etnis yang mendiami Singapura saat ini, yakni China, India, Melayu, dan Peranakan (percampuran antara Melayu dan China).