Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 22:44 WIB
Edan, Sabu 3,6 Miliar Ditempel di Kaki Palsu
Benny N. Joewono | bnj | Rabu, 11 November 2009 | 14:43 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN
Ilustrasi

TANGERANG, KOMPAS.com — Petugas Kantor Bea dan Cukai (BC) Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang, Banten, menggagalkan penyelundupan sabu (methamphetamine) seberat 1,660 kg oleh warga negara (WN) Iran yang sengaja ditempelkan pada kaki palsunya.

Kepala Kanwil BC Banten Bachtiar di Tangerang mengatakan, upaya penyelundupan itu berhasil digagalkan berkat kejelian petugas karena pelaku membawa sabu yang ditempelkan di kaki kiri palsu.

"Petugas curiga karena di bagian kiri kaki pelaku terdapat bengkak dan setelah diperiksa, ditemukan adanya sabu," katanya.

Pelaku merupakan WN Iran, MV (32), pertama kali datang ke Indonesia mengunakan pesawat Emirates Airways dengan nomor penerbangan EK-358.

Pelaku adalah mantan sopir angkutan umum di Teheran dan pernah mengalami kecelakaan lalu lintas sehingga kaki kirinya harus diamputasi.

Dia mengatakan, sabu itu sengaja dikemas di kaki palsu sepanjang betis kiri. Diperkirakan, narkoba selundupan itu senilai Rp 3,6 miliar.

Petugas sempat melakukan pengembangan setelah menangkap pelaku. Namun, tidak ditemukan adanya pihak lain atau jaring tertentu dalam penyelundupan narkotika internasional itu.

Bachtiar menambahkan, penangkapan pelaku berkat kejelian petugas BC dalam menjalani tugas pengawasan terhadap penumpang yang baru datang dari luar negeri melalui terminal II kedatangan bandara terbesar di Indonesia itu.

Hasil laboratorium BC, kristal bening tersebut positif methamphetamine HCLm dan dugaan pelaku memiliki jaringan dengan sejumlah orang asal Iran yang ditangkap pada tempat yang sama beberapa pekan lalu.

Pelaku dijerat UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sesuai Pasal 113 Ayat (1) dan (2) dengan ancaman perdata maksimal Rp 10 miliar dan pidana 20 tahun kurungan jika barang bukti melebihi berat 5 gram, dijerat hukuman mati.

Untuk mencegah penyelundupan melalui bandara, petugas BC harus memperketat pengawasan terhadap WN Iran karena saat ini sedang banyak produksi sabu di negara itu.

Sumber :
ANT