JAKARTA, KOMPAS.com - New Wave Business sebagai bagian transformasi di tubuh Telkom mulai membuahkan hasil. Tahun 2008, ketika bisnis yang mengandalkan layanan telepon kabel (wireline) menurun, bisnis New Wave Telkom terus tumbuh.
Tahun 2009, pertumbuhan New Wave bisnis mencapai 51 persen. Sumbangan terhadap total pendapatan meningkat menjadi 8,9 persen pada kuartal III-2009 dibandingkan hanya 6,3 persen pada kuartal III-2008.
Tingginya pertumbuhan, antara lain diperlihatkan oleh layanan broadband Speedy, sebagai salah satu new wave bisnis Telkom. Pada kuartal III-2009 pelanggan Speedy mendekati angka 1 juta pelanggan.
"Pertumbuhan Speedy cukup pesat, yakni mencapai 65 persen. Meningkat dari hanya 9,2 juta pelanggan pada kuartal III-2008, menjadi 14,9 juta pada kuartal III-2009," kata Vice President Public and Marketing Communication TELKOM, Eddy Kurnia, Rabu (11/11) di Jakarta.
Eddy Kurnia menegaskan, transformasi bisnis tak terelakkan di Telkom. Di mana pun di dunia, demikian Eddy Kurnia, layanan wireline yang berbasis PSTN (Public Switch Telephone Network) sedang menurun seiring perubahan gaya hidup.
Secara garis besar, strategi New Telkom mempertahankan bisnis tradisionalnya (defend traditional) di satu sisi, serta mengembangkan bisnis New Wave (Grow New Wave) di sisi lain.


