JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank, Jakarta, Kamis (12/11) pagi, naik 10 poin menjadi Rp 9.375-Rp 9.385 per dollar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya, Rp 9.385-Rp 9.395, karena pelaku berlanjut membeli rupiah.
Analis PT Valbury Asia Securities, Michael Andisurya, di Jakarta, Kamis, mengatakan, rupiah diperkirakan akan terus menguat karena pelaku masih membeli mata uang Indonesia akibat sentimen positif dari pasar regional.
Rupiah, menurut dia, berpeluang akan kembali menguat pada sore nanti. "Hal ini menunjukkan kepercayaan asing terhadap pasar domestik masih tetap tinggi," ujarnya.
Namun, lanjut dia, bisa juga rupiah kembali terpuruk apabila pelaku asing meninggalkan pasar karena Amerika Serikat membutuhkan dollar AS dalam jumlah besar.
Amerika Serikat membutuhkan dollar AS dalam jumlah besar karena data indikator ekonomi AS cenderung melemah. Ia mengatakan, Amerika Serikat mengalami defisit anggaran belanja yang cukup besar yang mendorong pelaku asing lebih suka menempatkan dananya di pasar Asia yang merupakan salah satu faktor menguatnya rupiah.
"Apalagi, tingkat suku bunga AS sampai saat ini masih rendah yang mendorong pelaku asing melakukan investasi di luar negeri," katanya.
Indonesia tetap merupakan pasar potensial bagi pelaku asing yang mencari keuntungan lebih besar ketimbang pasar Asia lainnya karena itu peluang rupiah untuk bisa mencapai angka Rp 9.300 dollar AS cukup besar. "Jadi, peluang rupiah untuk bisa mencapai angka Rp 9.300 per dollar AS pada akhir tahun diperkirakan akan tercapai," ujarnya.


