
SINGAPURA, KOMPAS.com - Para menteri keuangan dari 21 anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik menolak penghentian dana stimulus fiskal secara dini. Alasannya, ekonomi belum pulih dari krisis yang melanda dunia sejak tahun 2008.
”Stimulus fiskal, program yang diluncurkan untuk mencegah anjloknya perekonomian ke tingkat lebih dalam, dilanjutkan hingga tahun 2010. Namun, kami sepakat agar dipersiapkan strategi untuk keluar dari ketergantungan stimulus,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Singapura, Kamis (12/11). Hal itu senada dengan pernyataan Menlu Singapura (bukan perdana menteri) George Yeo bahwa pemulihan masih rapuh. Menurut Sri Mulyani, rincian strategi soal cara keluar dari ketergantungan stimulus akan disusun dan diharapkan tuntas pada tahun 2010. Ia menambahkan, menkeu APEC tetap harus waspada terhadap tiga tantangan yang akan dihadapi negara berkembang, termasuk Indonesia. ”Hal itu adalah fluktuasi kurs, arus modal, dan harga komoditas,” katanya. Harga komoditas sangat terkait dengan pergerakan harga minyak dan harga minyak amat terkait dengan fluktuasi kurs dollar AS. ”Meski semua harga komoditas termasuk harga makanan sudah turun, kita harus tetap berhati-hati terhadap potensi gangguan pada pemulihan ekonomi ini,” ujar Sri Mulyani. Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Geithner menegaskan, langkah untuk keluar dari ketergantungan stimulus sangat bervariasi di setiap negara. ”Namun, secara umum, langkah awal yang harus diselesaikan pertama kali adalah memperbaiki tingkat kepercayaan pelaku bisnis dan pelaku di sektor keuangan,” kata Geithner.