KOMPAS
Selasa, 9 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Menkeu APEC Tolak Pencabutan Stimulus
Laporan wartawan KOMPAS Orin Basuki
Jumat, 13 November 2009 | 05:59 WIB
AP PHOTO/WONG MAYE-E
Pejalan kaki berjalan di bawah spanduk raksasa Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di luar Suntec Convention Centre, di Singapura, Senin (9/11). Para pemimpin negara-negara anggota APEC, termasuk Presiden AS Barack Obama, akan bertemu akhir pekan ini untuk mendorong kelancaran perdagangan kawasan.
TERKAIT:

SINGAPURA, KOMPAS.com - Para menteri keuangan dari 21 anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik menolak penghentian dana stimulus fiskal secara dini. Alasannya, ekonomi belum pulih dari krisis yang melanda dunia sejak tahun 2008.

”Stimulus fiskal, program yang diluncurkan untuk mencegah anjloknya perekonomian ke tingkat lebih dalam, dilanjutkan hingga tahun 2010. Namun, kami sepakat agar dipersiapkan strategi untuk keluar dari ketergantungan stimulus,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Singapura, Kamis (12/11).

Hal itu senada dengan pernyataan Menlu Singapura (bukan perdana menteri) George Yeo bahwa pemulihan masih rapuh.

Menurut Sri Mulyani, rincian strategi soal cara keluar dari ketergantungan stimulus akan disusun dan diharapkan tuntas pada tahun 2010.

Ia menambahkan, menkeu APEC tetap harus waspada terhadap tiga tantangan yang akan dihadapi negara berkembang, termasuk Indonesia. ”Hal itu adalah fluktuasi kurs, arus modal, dan harga komoditas,” katanya.

Harga komoditas sangat terkait dengan pergerakan harga minyak dan harga minyak amat terkait dengan fluktuasi kurs dollar AS.

”Meski semua harga komoditas termasuk harga makanan sudah turun, kita harus tetap berhati-hati terhadap potensi gangguan pada pemulihan ekonomi ini,” ujar Sri Mulyani.

Pulihkan kepercayaan

Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Geithner menegaskan, langkah untuk keluar dari ketergantungan stimulus sangat bervariasi di setiap negara. ”Namun, secara umum, langkah awal yang harus diselesaikan pertama kali adalah memperbaiki tingkat kepercayaan pelaku bisnis dan pelaku di sektor keuangan,” kata Geithner.

Editor: tof   |   Sumber : Kompas Cetak Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.