Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 06:04 WIB
China Tetap Gulirkan Stimulus 2010
Orin Basuki | Glo | Jumat, 13 November 2009 | 12:38 WIB
|
Share:

SINGAPURA, KOMPAS.com — China memastikan akan tetap melanjutkan program stimulus fiskalnya pada tahun 2010 karena itu merupakan satu paket kebijakan dengan program situmulus fiskal yang telah mereka gulirkan pada awal tahun 2009.

Anggaran stimulus fiskal yang disediakan Pemerintah China untuk menahan penurunan ekonomi akibat krisis keuangan global pada tahun 2008 adalah sebesar 4 triliun yuan.  

"Tahun depan, kami akan meneruskan kebijakan fiskal yang proaktif dan kebijakan moneter yang moderat," kata Asisten Menteri Keuangan China, Zhu Guangyao, saat menjawab pertanyaan media dalam konferensi pers gabungan di Singapura, Kamis (12/11) malam, seusai menghadiri pertemuan akhir Menteri-menteri Keuangan 21 Anggota APEC (FMM APEC).

Menurut Guangyao, di China saat ini muncul kepercayaan terhadap ekonomi, antara lain terlihat dari target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan 8 persen pada tahun 2010. Namun, berbagai tantangan memang masih harus dihadapi, antara lain isu struktur stimulusnya, sebab kebutuhan stimulus di setiap kawasan di China berlainan.  

"Kawasan kaya di pesisir dan daerah miskin membutuhkan stimulus yang berlainan. Atas dasar itu, kami menyiapkan kebijakan fiskal yang ekspansif," ujarnya.

Untuk mendukung program stimulus fiskal itu, Pemerintah China membiarkan defisit anggarannya membengkak menjadi 950 miliar yuan, dengan harapan suntikan dana pemerintah itu bisa menumbuhkan perekonomian. Namun, Pemerintah China yakin, defisit anggaran tersebut masih akan berada pada level sehat, yakni di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).  

"Kami juga akan mempertahankan agar posisi utang pemerintah masih pada level 20 persen terhadap PDB. Itu pada dasarnya merupakan posisi yang sehat," ungkap Guangyao.