Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 23:01 WIB
Byarpet Berlanjut, Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Melambat
Frans Agung Setiawan | made | Jumat, 13 November 2009 | 16:23 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekalipun pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada kuartal ketiga 2009 positif dan mencapai target, pencapaian ini tercoreng pada kuartal keempat jika listrik masih saja byarpet. “Listrik adalah sumber segala-galanya. Andai kata itu (pemadaman listik) berlanjut, otomatis hal itu akan memperlambat pertumbuhan ekonomi,” kata Agus Suherman, Kepala Badan Pusat Statistik DKI Jakarta dalam keterangan persnya, Jumat (13/11) di Jakarta.

Menurut Agus, target pertumbuhan ekonomi dalam APBD adalah 3,25 persen sampai 4,75 persen pada tahun ini. Target moderatnya adalah 4,24 persen. Agus optimistis pertumbuhan ekonomi Jakarta pada akhir tahun ini mencapai lima koma. Adapun secara kumulatif, produk domestik regional bruto atau PDRB Jakarta selama triwulan I-III 2009 tumbuh sebesar 5,11 persen.

Untuk itu, Agus mengharapkan supaya pemadaman listik diatur. Hendaknya, listrik di kawasan industri ataupun sentra industri rumahan tidak mati sehingga tidak terlalu berpengaruh pada aktivitas perekonomian yang memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi. “Mudah-mudahan byarpet beres, KPK-Polri selesai, maka Insya Allah tahun 2010 akan lebih baik,” ucap Agus.