JAKARTA, KOMPAS.com — Dukungan terhadap PT Aneka Tambang untuk tetap bergabung dalam konsorsium divestasi 14 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) semakin menguat. Deputi Menko Perekonomian bidang ESDM dan Kehutanan Wempy S Tjetjep mengatakan bahwa pihaknya berharap Antam dapat kembali lagi dalam konsorsium bersama Pemda Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Mudah-mudahan tercapai seluruh kesepakatan. Antam masih bisa masuk lagi," ujar Wempy di gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/11). Menurutnya, saat ini Menteri Negara BUMN tengah melakukan pendekatan dengan Antam dan mendorong agar tetap ikut dalam pembelian divestasi saham NNT.
Sebelumnya, Antam mundur dari konsorsium karena gagal mendapatkan 15,5 persen saham divestasi NNT. Menurut Wempy, perusahaan pelat merah ini mundur karena menginginkan untuk bertindak sendiri dalam mengambil saham NNT tanpa bergabung dengan konsorsium.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemda NTB yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai pemimpin konsorsium, untuk pembelian 31 saham divestasi NNT 2010, menawarkan skema pembagian sebagai berikut. Dari total 31 persen saham NNT, sebanyak 37,5 persen ditawarkan ke Antam, sebanyak 37,5 persen ke PT Multi Capital, dan 25 persen ke Pemda NTB.
Padahal, Antam yang ditunjuk mewakili kepentingan pemerintah pusat ingin mengambil 50 persen jatah divestasi atau 15,5 persen saham NNT.


