Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:03 WIB
Ternyata Pengusaha Masih Menyepelekan Jamsostek
Hertanto Soebijoto | hertanto | Sabtu, 14 November 2009 | 10:46 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Perajin sedang mewarnai batik di perkampungan perajin batik di kawasan Sampangan, Pekalongan, Jawa Tengah.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah kabar menyedihkan muncul dari Pekalongan, Jawa Tengah. Ternyata, para pengusaha masih menyepelekan pentingnya Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Sejumlah pengusaha di Pekalongan—dan mungkin juga di berbagai daerah lainnya—masih menganggap sepele atau tidak penting pemberian Jamsostek. Kalau karyawannya mengalami musibah, mereka hanya diberi bantuan "ala kadarnya".

"Kesadaran para pengusaha sampai saat ini masih rendah dalam memerhatikan soal risiko kerja karyawannya. Mereka juga menganggap sepele persoalan itu (pemberian jaminan sosial) karena hanya memberikan santunan 'ala kadarnya' jika pekerja mengalami permasalahan keselamatan kerja saat bertugas," kata Kepala Kantor PT Jamsostek Pekalongan Helmi Setiani dalam satu kesempatan.

Dia menyebutkan, dari sekitar 317 perusahaan di Kota Batik itu, ternyata cuma 166 perusahaan yang sudah menyertakan karyawannya dalam program Jamsostek.

Sekretaris Serikat Pekerja Nasional (SPN) Pekalongan, Budi Prathamo, mendesak dinas sosial tenaga kerja dan transmigrasi untuk mengupayakan agar semua perusahaan mengikutsertakan karyawannya dalam program Jamsostek sehingga nasib mereka, terutama ketika menghadapi kecelakaan, ada aturannya.

"Jujur saja, saat ini kami merasa kesulitan untuk memperjuangkan hak-hak para pekerja ," kata Budi Prathamo.

Sumber :
ANT