KOMPAS
Selasa, 9 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Hanya 18 Pembangkit Listrik Swasta yang Sukses
Senin, 16 November 2009 | 13:14 WIB
KOMPAS/RIZA FATHONI
Pekerja PT Truba Jaya Engineering, salah satu perusahaan kontraktor PT Perusahaan Listrik Negara, mengerjakan proyek pembangunan panel boiler Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten I Suralaya, Cilegon, Jumat (20/2). PLTU berkapasitas 600 megawatt (MW) ini direncanakan rampung pada Maret 2010 yang merupakan bagian dari program pemerintah untuk proyek percepatan 10.000 MW.

JAKARTA, KOMPAS.com — Proyek-proyek pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) generasi II atau periode 2005-2009 menemui kendala. Direktur Utama PT PLN Fahmi Mochtar mengatakan, dari total 126 IPP, hanya 18 IPP yang terbilang sukses membangun pembangkit listrik.

"Rasio kesuksesan IPP generasi II hanya sekitar 14,3 persen," ujarnya, saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/11). Menurutnya, kecilnya tingkat kesuksesan pada periode tersebut karena tidak ada jaminan dari pemerintah atas proyek ini.

Risiko force majeure (bencana alam) juga harus ditanggung oleh pengembang serta masih sulitnya pengucuran kredit dari perbankan untuk proyek ini (tidak bankable). Di samping itu, sebagian besar IPP di masa konstruksi dan masa pendanaan juga mengalami kendala pendanaan. Hal ini diakibatkan terjadinya kenaikan harga-harga material konstruksi di pasar domestik ataupun internasional dan kenaikan harga minyak.

"Masalah ini sudah disampaikan oleh PLN ke pemerintah dalam hal ini Menko Perekonomian, Menteri ESDM, dan Menteri BUMN. Untuk penyelesaiannya sedang dikoordinasikan," tuturnya.

Jika dibandingkan dengan IPP generasi pertama pada periode 1992-1998, rasio kesuksesannya berada di atas 50 persen atau mencapai 59,2 persen. Tingkat kesuksesan pada IPP generasi pertama disebabkan karena pemerintah masih memberikan jaminan, risiko force majeure (bencana alam) ditanggung oleh PLN dan lebih bankable.

Adapun untuk perkembangan program IPP untuk 10.000 MW tahap pertama, IPP yang sudah beroperasi sebanyak 19 IPP (4.417 MW), tahapan konstruksi 17 IPP (2.272 MW), dan tahapan pendanaan 22 IPP (3.425 MW).

Penulis: ANI   |   Editor: wah Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.