Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 23:10 WIB
Perumahan Dapat Subsidi Terbesar dari PLN
Wahyu Satriani Ari Wulan | Edj | Senin, 16 November 2009 | 16:28 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi penyaluran subsidi PLN pada Kuartal III- 2009 untuk berbagai kelompok pelanggan mencapai Rp 38, 281 triliun dari yang dianggarkan sebesar Rp 50 triliun. Dari 5 kelompok pelanggan PLN yang mendapatkan alokasi subsidi, kelompok perumahan (residential) masih merupakan kelompok pelanggan yang mendapatkan jatah terbesar yaitu Rp 20, 977 triliun. Kemudian disusul Industri yang sebesar Rp 11, 895 triliun, Bisnis sebesar Rp 2, 877 triliun, Sarana publik sebesar Rp 1, 288 triliun dan sosial sebesar Rp 1, 185 triliun. 

Direktur Utama PT PLN (persero) Fahmi Mochtar, menyampaikan hal ini saat rapat dengar pendapat dengan komisis VII DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Senin ( 16/11 )

Menurutnya, selama ini subsidi diberikan karena PLN masih menjual listrik jauh dibawah harga keekonomiannnya. Adapaun daerah dengan tarif termurah adalah Maluku yang hanya sebesar Rp 669 per Kwh dari harga keekonomian yang seharusnya sebesar Rp 3.955 per kWh dengan daya tersedia 406 ,8 MWh. Sedangkan daerah yang menetapkan harga jual mendekati harga keekonomiannya yaitu Lampung dengan harga sebesar Rp 663 per kWh dari harga keekonomian sebesar Rp 956 per kWh dengan daya tersedia 1.905 ,7 MWh.

Berdasarkan rata-rata keseluruhan per kelompok pelanggan, harga jual listrik pelanggan di perumahan baru sebesar Rp 584 per kWh dari harga keekonomiannya sebesar Rp 1.253 per kWh. Untuk sarana publik harga jualnya sebesar Rp 734 per kWh dari harga keekonomiannya sebesar Rp 1.202 per kWh. Harga jual listrik untuk sosial sebesar Rp 581 per kWh dari harga keekonomiannya sebesar Rp 1.174 per kWh.

Harga jual listrik bisnis sebesar Rp 848 per kWh dari harga keekonomiannya sebesar Rp 1.137 per kWh, sedangkan harga jual listrik industri sebesar Rp 631 per kWh dari harga keekonomian sebesar Rp 1.008 per kWh. Sedangkan untuk kategori lain-lain, harga jual listrik sebesar Rp 994 per kWh dengan harga keekonomian Rp 1.002 per kWh.