Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 23:11 WIB
Petani Jual Emas untuk Modal Garap Sawah
IGN sawabi | Abi | Selasa, 17 November 2009 | 10:24 WIB
|
Share:

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
ilustrasi

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Harga emas di Bandar Lampung pekan ini masih bertahan tinggi sehingga banyak warga yang menjual perhiasan emasnya untuk memenuhi kebutuhan menjelang musim tanam padi.
    
Sejumlah warga saat menjual perhiasan emasnya di Bandar Lampung, Selasa (17/11), mengatakan bahwa mereka menjual perhiasannya karena butuh biaya untuk mengolah sawahnya dan membeli pupuk. Menurut Kamila (39), warga Sukarame, ia menjual perhiasan emasnya untuk memenuhi kebutuhan saat mulai menanam padi, terutama membeli pupuk.
    
"Emas dijual buat membeli pupuk dan persediaan saat mengolah lahan sawah, apalagi harga emas sekarang masih tinggi," kata dia. Hal yang senada juga dikatakan oleh Ramlan, petani lainnya.
    
Ia mengaku menjual emasnya saat harganya masih tinggi sehingga dapat memenuhi biaya pengolahan tanah, terutama membeli pupuk. Para pedagang emas mengatakan, penjualan emas menjelang musim tanam cenderung meningkat.
    
"Minat masyarakat untuk membeli emas rendah, lebih banyak warga yang menjual emasnya untuk biaya pengolahan lahan sawah dan pembelian pupuk," kata salah satu pemilik toko emas di Pasar Bambu Kuning Bandar Lampung, Ferdy.
    
Meski demikian, para pedagang menyebutkan, harga emas relatif stabil karena mengikuti harga di pasar internasional dan pergerakan nilai rupiah terhadap dollar AS. "Harga emas cenderung bertahan pada harga sebelumnya. Emas berkadar 22 karat mencapai Rp 280.000 per gram. Yang membedakan harga emas adalah ongkos pembuatannya dan tambahan model perhiasan emas itu sendiri," kata pelayan toko emas di Pasar Tengah, Sri.

Sumber :
ANT